Lihat ke Halaman Asli

Uli Hartati

TERVERIFIKASI

Blogger

Urus SIM Tanpa Ujung

Diperbarui: 18 Juni 2015   01:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

1409891174879445090

[caption id="attachment_357401" align="aligncenter" width="540" caption="bukti biaya2 yang tidak seragam "][/caption]

Bismillahirrahmanirrahiim,

Semoga isi tulisan ini tidak dianggap menjelekkan sebuah instansi, menjelekkan seseorang sehingga berakibat nasib seperti Florence Sihombing (kebetulan awak ini batak juga, Panggabean kelleus). Tulisan ini dibuat sebagai harapan untuk sebuah perbaikan kedepan, khususnya revolusi mental siapapun makhluk dimuka bumi ini.

==========================================================

Sudah 10 tahun aku memiliki SIM, baik A maupun C, SIM A cuman sekali saja, tak diperpanjang karena uang tak kunjung tiba membeli sebuah unit kendaraan roda empat. SIM C sudah dua kali memliliki didua kota yang berbeda dan pengurusannya mengandalkan jasa calo, kenapa? Karena gak mau repot dengan kegagalan tes yang mengharuskan bolaka balik polres dan niscaya akan menghabiskan dana lebih banyak daripada membayar calo. Februari 2014 SIM C ku sudah expired dan baru kemarin mempunyai kesempatan untuk mengurus perpanjangannya sekalian dengan SIM suami yang kebetulan akan habis masa berlakuknya minggu depan #klop.

Maka ijin cuti dari kantor sehari kemarin diprioritaskan untuk mengurus SIM, sebagai warga negara yang taat hukum, tentu inilah alasannya saya mau repot dan mengeluarkan dana, meski sudah 6 bulan, saya bisa mengendarai motor dengan SIM kadaluarsa dan walau dicegat polisi, tetap bisa lolos, bukan nyogok melainkan pinjam SIM adik atau teman yang sama-sama menggunakan kerudung. :p

Ternyata karena domisili kami di Kabupaten Tangerang maka tempat mengurus SIM sangat jauh dari lokasi kami tinggal, apalagi Kabupaten Tangerang membuat Pusat Pemerintahan terpadu jadi semua instansi pemerintahan berada dalam satu kawasan ditiga raksa, butuh wakyu 90 menit untuk ke TKP menggunakan kendaraan roda dua, bokong sudah panas mana dengan perut yang sudah menonjol lumayan besar (usia kehamilan 24 minggu) membuat pinggang juga terasa ngilu. Well sampai juga dengan selamat, langsung menuju parkiran begitu roda dua kami terparkir sempurna si abang tukang parkir langsung bertanya

Abang Parkir : "urus apa bu?"

Aku :  Perpanjangan SIM bang

Abang Parkir : "mau dibantu bu?"

Aku : "gak usah bang, terima kasih

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline