Lihat ke Halaman Asli

Totok Siswantara

TERVERIFIKASI

Menulis, memuliakan tanaman dan berbagi kasih dengan hewan

Kader PKK, Ilham dari Surga dan Makna Hari Pangan Sedunia

Diperbarui: 16 Oktober 2023   13:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kebun Kader PKK ( dok Kominfo Malang via KOMPAS.id ) 

Kader PKK, Ilham dari Surga dan Makna Hari Pangan Sedunia

Sebagai Kader PKK, istri saya bilang tanah kita tanah surga. Sayur mayur dan buah-buahan di pekarangan kami tidak mengenal musim dan setia berbuah sepanjang tahun. Setiap jengkal tanah mesti ditanami dengan aneka hortikultura untuk konsumsi keluarga. Kelebihannya bisa dibagikan kepada anggota dasawisma Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang merupakan tetangga dekat kita.

Air susu ibu (ASI) yang lancar dan subur merupakan kunci untuk menumbuhkan bayi menjadi generasi yang sehat dan kuat. Ada ilham dari surga agar ASI bisa muncrat deras mengalir ke mulut bayi adalah terpenuhinya zat gizi yang antara lain berasal dari aneka sayur dan buah. Tanaman katuk, kacang-kacangan, bayam, daun ubi jalar, beluntas dan lain-lain yang ditanam di pekarangan rumah sangat bagus untuk memperlancar produksi ASI.

Kebetulan secara turun-temurun, istri saya termasuk kader PKK. Almarhum mertua perempuan saya adalah ketua kader penggerak PKK di Desa Kramat Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Beliau rajin menanam setiap jengkal tanah pekarangan. Ditanami sayur-sayuran dan buah untuk memenuhi konsumsi Posyandu yang secara rutin diselenggarakan.Beliau baru saja wafat, kami semua merindukan masakannya.

Anak perempuan saya sangat menyukai masakan buntil yang dibikin neneknya. Buntil itu rasanya enak dan bergizi. Buntil adalah bulatan aneka daun/sayur ( daun singkong dan lain-lain ) yang dicampur dengan teri atau ikan kali/sungai lalu diberi bumbu-bumbuan. Bentuknya sebesar bola tenis, biasanya diikat dengan bambu tusuk sate. Buntil ini jika dimakan dengan sambal yang pedas dan nasi hangat, alangkah nikmat dan sarat gizi. Ibarat makanan ilham dari surga.

Saat istri sedang memanjat buah  nangka dari pekarangan rumah (dok pribadi )

Sebagai kader PKK, isteri saya juga punya keahlian untuk mengupas sayur dan buah-buahan. Setelah memanjat pohon buah dengan bantuan tangga bambu, istri saya mengupas buah nangka itu dengan tangannya yang terampil. Saya sendiri paling ogah/empet kalau urusan kupas nangka yang getahnya seperti darah naga.

Di pekarangan rumah kami ada beberapa pohon nangka genjah. Buahnya tidak sebesar nangka biasa. Tetapi nangka genjah lebih kesat ( tidak berair ), manis sedikit asam, dan lebih awet. Saya belum mendalami secara ilmu biologi. Tetapi pengalaman saya menunjukkan bahwa jenis nangka ini cepat berbuah. Dengan bijinya saja, lalu kita semai, maka dalam umur 3 sampai 4 tahun sudah bisa berbuah lebat. Apalagi jika di okulasi atau metode tempel tunas, bisa berbuah dalam waktu yang lebih singkat lagi.

Setiap jengkal tanah pekarangan di rumah oleh isteri saya ditanami aneka hortikultura. Setiap saat istri saya memetiknya untuk dibagikan kepada dasa wisma atau diberikan untuk kawan-kawan di kantor tempat dia bekerja. Pergi ke kantor sering kali dia menenteng tas yang penuh dengan sayur dan buah-buahan.

Setiap hari libur istri saya gemar memanjat pohon untuk memetik buah yang sudah tua/matang. Pohon Mangga, nangka,jambu,rambutan, sawo, belimbing,jeruk,semua itu sering dipanjat. Baginya memanjat pohon buah merupakan bentuk rekreasi yang penuh sensasi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline