Lihat ke Halaman Asli

TOMY PERUCHO

Praktisi Perbankan, berkeluarga dan memiliki 2 orang anak.

Just Do It dan Duit

Diperbarui: 5 Juli 2020   00:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Just do it adalah tag line dan slogan dari salah satu produsen pakaian dan peralatan olah raga internasional yang sering kita dengar dan kita kenal. 

Orang bisa Bahagia karena duit, namun juga sebaliknya bisa celaka karena duit. 

Ada gula ada semut. Just do it (lakukan saja). Seolah ada magnit yang kuat melekat pada duit. Semua orang suka dan butuh duit. Namun "cara mendapatkannya" akan membedakan kualitas diri seseorang sekaligus bisa menjadi alat ukur intergitas seseorang. Uang-uang dan uang, money-money-money.

Hampir setiap hari kita menyaksikan, membaca dan mendengar berita mengenai kasus2 korupsi (Fraud) yang terjadi di negeri tercinta ini, baik dari berbagai media cetak maupun elektronik. Demikian seringnya kasus demi kasus terungkap seolah telah mengakar dan menjelma menjadi suatu budaya... yaitu Budaya Korupsi.

Bila kita cermati lebih jauh, korupsi, gratifikasi, suap-menyuap, apapun istilahnya, semuanya berujung pada uang, uang dan uang atau UUD (Ujung-Ujung nya Duit) dan penyebab utamanya adalah Ego dan Ambisi yang tidak terkendali. Penyebabnya adalah Kuman (kurang iman). 

Uang atau Duit memang "manis" bagaikan gula yang mengundang banyak semut untuk mengerumininya. Pepatah "ada gula ada semut" merefleksikan dimana ada uang/duit di sana ada korupsi. 

Salah satu contoh yang sering terjadi adalah Pemberian hadiah/uang sebagai "tanda terima kasih", dll. Tanpa disadari akan menggiring kita untuk mencari pembenaran atas "hadiah" yang kita terima tersebut. Padahal di ujungnya, hadiah dapat berubah seketika menjadi musibah dan kita terperangkap pada lubang yang amat dalam dan akan menghancurkan masa depan.

Artikel ini ingin memberikan tips sederhana bagaimana mendapatkan duit dengan "DUIT" tanpa perlu takut akan berurusan dengan hukum. Yang dimaksud dengan "DUIT" pada artikel ini adalah Doa Usaha Ikhlas Tawakal.

1. Doa, ketika kita mulai melangkah, saat dan setelahnya iringilah selalu dengan doa, karena berdoa itu memberi NUTRISI terbaik untuk kesehatan jiwa/hati dan akal kita. Berdoa merupakan Benteng pertahanan diri terbaik yang kokoh, mencegah kita dari "segala godaan" dan "kesalahan dan kelalaian yang berujung pada kesalahan.

2. Usaha, untuk mencapai hasil terbaik kita harus berusaha secara cerdas selain berusaha keras. Memerlukan kegigihan dan ketangguhan. Hasil yang luar biasa menuntut upaya yang juga luar biasa, sebaliknya bila usaha kita biasa2 saja maka mustahil kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa. Lakukan yang maksimal yang kita mampu. Fokuskan pada Solusi bukan pada masalah.

3. Ikhlas, lakukanlah segala sesuatunya dengan baik dari hati, kontribusikan yang terbaik agar hasilnya maksimal, niatkan sebagai ibadah agar bernilai pahala. Jangan mengharapkan pamrih apapun karena Tuhan telah menetapkan rezeki, jodoh dan umur masing-masing orang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline