Lihat ke Halaman Asli

TJIPTADINATA EFFENDI

TERVERIFIKASI

Kompasianer of the Year 2014

Introspeksi Diri Itu Sangat Penting

Diperbarui: 21 Juni 2016   08:31

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seorang Kapten Kapal selalu melakukan introspeksi atau evaluasi, untuk memastikan bahwa setiap awak kapal bekerja melakukan tugasnya dengan benar, karena tanpa evaluasi,maka kesalahan yang dillakukan awak kapal,dapat menyebabkan kapal karam./ilustrasi shutterstock

Introspeksi Diri itu Sangat Penting

Introspeksi diri atau evaluasi diri, dapat juga dikatakan sebagai langkah untuk bercermin diri, Berpatut diri dan memeriksa,mungkin masiih ada hal hal yang perlu dibenahi dalam prilaku dan sikap kita dalam mengambil sebuah keputusan, Terutama keputusan yang menyangkut masalah kehidupan kita dan kehidupan orang lain,

Ibarat sebuah kapal yang berlayar, maka Kapten kapal perlu selalu melakukan evaluasi dan tidak mempercayai begitu saja kepada awak kapalnya, karena bila salah memberikan kepercayaan, maka karena kesalahan kecil,dapat menyebabkan kapal karam.Dalam hidup ini,maka kita adalah kapten dari kehidupan kita.

Ada begitu banyak kejadian yang dapat dijadikan pembelajarn diri,namun tidak urung,terkadang kita lupa diri, Melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan dan malahan tidak melakukan ,apa yang seharusnya dijadikan prioritas atau pondasi dalam mengambil sebuah keputusan.Karena pengalaman yang sama, belum tentu menghasilkan kenyataan yang serupa. Salah satunya adalah dalam hal memberikan kepercayaan kepada orang lain.Apakah karyawan, sahabat ,maupun mungkin juga kerabat,bahkan orang orang terdekat dalam hidup kita.

Introspeksi diri  itu penting. Karena dengan melakukan introspeksi diri,kita akan memahami kesalahan apa saja yang telah kita lakukan.Baik disengaja ataupun tidak. Introspeksi diri juga melatih sikap mental kita, agar jangan cepat cepat mengambil kesimpulan bahwa orang lain tidak baik.

Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat jahat, namun tidak jarang tindakan kejahatan justru terjadi karena terpancing pada kesempatan yang di tampilkan. Bisa jadi pada awalnya, si pelaku sama sekali tidak ada niat jahat Tapi, karena tanpa sadar, kita telah memberikan peluang kepadanya, maka pada saat itulah niat jahatnya dilakukan.

Kepercayaan Yang Kebablasan

Saling mempercayai tentu sangat baik,karena hal ini merupakan pondasi untuk :

  1. bekerja sama
  2. menjalin persahabatan

Tapi kepercayaan yang berlebihan atau kebablasan ,bisa berubah wujud ,menjadi boomerang dan petaka bagi diri kita. Karena telah memberikan peluang dan kesempatan yang begitu besar, sehingga orang yang tadinya adalah sahabat baik, anak angkat, orang yang sudah ditolong, kemudian berbalik menjadi penghianat dalam hidup kita.

Jadi niat awal kita yang baik,tapi karena terlalu over dalam memberikan kepercayaan, menyebabkan orang yang kita  percayai tergoda. Dari awal tidak punya niat untuk melakukan kejahatan, namun karena semua peluang terbuka lebar lebar,maka godaan itupun datang,Dan tidak semua orang mampu menahan diri untuk tidak terjebak dalam godaan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline