Pemerintah Malaysia menerapkan lockdown pada H-1 Idul Fitri 1442 Hijriyah hingga tanggal 7 Juni mendatang. Kebijakan yang berlaku secara nasional ini merupakan tindakan preventif dalam upaya membendung penyebaran virus Civid-19 akibat pergerakan dan perkumpulan orang dalam jumlah besar.
Dengan demikian, pergerakan melintasi batas negara bagian dan distrik sangat di larang. Mengantisipasi adanya pemudik yang nekat, maka petugas otoritas keamanan akan menjaga setiap titik yang berpotensi untuk dlintasi oleh warga yang ingin mudik lebaran.
Dari pantauan selama dua hari yang lalu, beberapa titik perbatasan distrik, sudah mulai ada pemeriksaan petugas keamanan. Untuk ke ke kantor, perlu melewati dua titik pemeriksaan polisi. Semua yang lewat dan memiliki keperluan tertentu harus dapat menunjukkan surat jalan. Apabila tidak ada, maka bisa diputar balik atau dikenakan denda.
Hingga tulisan ini ditulis, berdasarkan data Worldometers.info mencatat total keseluruhan kasus yang pernah terpapar positif di Malaysia adalah 448,457 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 408,236 berhasil pulih dan 1,722 orang meninggal dunia.
***
Sementara itu, jauh sebelumnya, Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur telah mengeluarkan himbauan kepada pekerja migran Indonesia (PMI), agar menunda mudik ke tanah air, karena pemerintah pusat melarang warga Indonesia mudik ke kampung halaman. Selain itu, PMI akan kesulitan masuk kembali ke Malaysia dalam situasi darurat ini.
Tak heran kalau pemerintah Indonesia memberlakukan larangan mudik, karena jumlah kasus perhari yang terpapar positif Covid-19 mencapai 5000 kausus. Hingga saat ini, jumlah keseluruhan kasus yang terpapar positif adalah 1,723.596 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,580. 207 berhasil pulih dan 47,465 orang meninggal dunia.[]
Selamat menyambut Idul Fitri 1442 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin.
KL: 13052021
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H