Lihat ke Halaman Asli

T.H. Salengke

TERVERIFIKASI

Pecinta aksara

Melihat Serunya Penghitungan Suara Paling Ramai di Luar Negeri

Diperbarui: 20 April 2019   21:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: Dokpri

Suasana gedung Dewan Tun Razak yang berdiri megah di jantung kota Kuala Lumpur pada Rabu (17/4/2019) pagi itu tampak ramai.

Sedikitnya 2000 orang panitia penyelenggara Pemilu berkumpul untuk penghitungan serentak surat suara dari kotak suara keliling (KSK) dan tempat pemungutan suara (TPS). 

Mereka terdiri dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) untuk KSK, TPS, dan Pos, para pengawas Pemilu, saksi dari perwakilan masing-masing pasangan calon 01 dan 02, pemantau dan saksi dari masing-masing partai politik, pemantau dari organisasi kemasyarakatan, aktivis Migrant Care, tim logistik dan juga tim pendukung Pemilu lainnnya.

dokpri

Dengan mengkondisikan waktu penghitungan di tanah air, maka secara serentak waktu penghitungan suara di Kuala Lumpur dimulai dari pukul 14.00 sampai pukul 18.00. Proses penyerahan hasil dan penandatanganan berita acara, baru beres pada pukul 21.00 waktu Malaysia.

Inilah penghitungan hasil Pemilu terbesar dan semarak di luar negeri. Bisa dikatakan tidak terjadi di Indonesia proses penghitungan yang sangat ramai seperti ini. 

dokpri

Tiap TPS diamanatkan rata-rata 1000 surat suara. Di TPS 78, saya bersama 5 anggota lainnya mendapat 1010 surat suara dengan perincian 500 surat suara presiden dan 510 untuk legislatif. Adapun yang terpakai sekitar 90 persen surat suara. Artinya, partisipasi masyarakat Indonesia di Malaysia pada Pemilu 2019 ini sangat tinggi.

Tingginya partisipasi politik masyarakat Indonesia di luar negeri, menandakan baiknya kesadaran mereka dalam berbangsa dan bernegara, khususnya untuk mensukseskan hajat pesta demokrasi. 

Persaingan ketat kubu Paslon 01 dan 02 berlangsung sengit hingga ke hari H dalam konteks sportifitas yang tinggi. Hal tersebut juga menjadi sinyal bahwa kita semakin matang mengamalkan dan menghargai demokrasi.

Selama berlangsungnya pencoblosan hingga penghitungan suara, tidak tampak yel-yel saling caci maki, apalagi akan kontak fisik. Intinya semua aman dan lancar. Adapun sedikit kericuhan itu normal, yang pasti aman terkendali.

Inilah yang sama-sama kita inginkan, agar besarnya biaya Pemilu yang katanya 25 trilyun rupiah itu, tidak menjadi kegiatan yang sia-sia.

Sekadar berbagi untuk Indonesia yang lebih baik.
KL: 20042019




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline