Ditetapkannya Halimah Yacob (63 tahun) sebagai Presiden ke-7 Singapura, akan membawa warna baru politik di negeri yang dulunya bernama Temasek. Setidaknya eksistensi Halimah sebagai orang nomor satu negaranya, akan memberikan energi positif bagi kelompok Melayu Singapura yang selama ini dilihat termarginalkan.
Semangat Presiden perempuan pertama Singapura untuk menjadi kepala negara yang baik dan memaksimalkan perannya sebagai kekuatan pemersatu bangsa patut ditiru dan diapresiasi. Kepada publik Singapura, dirinya menyatakan akan bekerja dengan komitmen tinggi untuk melayani warga Singapura secara sama dan sekaligus mengajak untuk bersama-sama membangun negeri.
Wanita berhijab itu telah membuktikan bahwa kaum Melayu Singapura memiliki daya saing tinggi di tengah lajunya arus pembangunan Singapura sebagai satu-satunya negara maju di Asia Tenggara. Halimah merupakan presiden Singapura kedua dari kaum Melayu dalam kurun waktu 50 setengah abad setelah Yusof Ishak yang menjabat jabatan penting itu pada tahun 1965 silam.
Selamat Ibu Halimah Yacob, semoga kaum Melayu di negerimu semakin mendapat tempat untuk membuktikan slogan "Tak akan Hilang Melayu di Dunia". (*)
KL:13092017
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H