Lihat ke Halaman Asli

Marjono Eswe

Tukang Ketik Biasa

Digitalisasi Pembayaran di Aras Pandemi

Diperbarui: 9 September 2020   14:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Kemajuan teknologi informasi sangat membantu masyarakat, memberi kemudahan dalam berbagai  aktivitas dan mempengaruhi perilaku masyarakat.

Seiring kemajuan teknologi, dunia perbankan dituntut menyeimbangkan pelayananannya kepada nasabah. Revolusi digital tak dapat dihindari dari kehidupan di era digital saat ini sehingga mempengaruhi dan mengubah berbagai agen ekonomi dalam bertransaksi.

Pola konsumsi bergeser ke belanja dalam platform digital yang serba cepat, mobile dan aman. Platform digital ini berdemensi global sehingga memudarkan sekat-sekat tatanan dan hubungan antara industrial dengan pelaku memunculkan model bisnis baru.

Tren digital ini mempengaruhi sendi-sendi ekonomi dan merubah atau melebur fungsi-fungsi konvensional. Dunia keuangan, peranan pelaku non-bank yang belum banyak terkena pengaturan mulai menyisir dan merambah kepada usaha layanan keuangan yang selama ini pemeran utamanya perbankan.

Seiring dengan melonggarnya entry barrier / hambatan masuk peran pelaku usaha non-bank semakin menguat, mulai dari perusahaan rintisan, perusahaan teknologi yang berskala besar dan global / bigtech.

Pada era digital, hampir seluruh perangkat fisik terhubung secara digital sehingga tanpa disadari berbagai aktivitas digital meninggalkan jejak data yang semakin detail. Pesatnya arus digitalisasi ini juga melanda Indonesia secara deras dan diprediksi akan lebih menguat di masa mendatang.

Akses teknologi yang semakin terjangkau akan memungkinkan meningkatnya partisipasi kelompok masyarakat yang selama ini tidak terjangkau oleh layanan perbankan.

Populasi di Indonesia yang saat ini didominasi oleh generasi milleneal menjadi pasar yang prospektif meskipun masyarakat unbanked juga masih tinggi namun hal tersebut justru membuka peluang pasar lebih besar lagi.

Inovasi digital meningkatkan efesiensi waktu, anggaran, dan mempengaruhi serta mengubah interaksi sosial ke arah demokratisasi ekonomi dikarenakan agen-agen ekonomi memiliki tambahan kemampuan dalam mengakses dan memanfaatkan informasi, serta sangat memungkinkan akan lahirnya model bisnis baru, sumber pertumbuhan ekonomi baru dan industri baru.

Efesiensi aktivitas ekonomi pun telah menjadi keuntungan bagi agen ekonomi, seperti memotong rantai distribusi barang dan jasa, mendorong sebaran informasi secara luas dan lebih merata, menambah variasi produk layanan sehingga memperluas pilihan bagi konsumen dan sekaligus memperluar pasar. Semua manfaat tersebut di atas menjadi kunci terbukanya peluang inklusi ekonomi -- keuangan Indonesia.

Tren digitalisasi mengubah perilaku transaksi kearah tuntutan yang lebih menekankan pada mobilitas, kecepatan, flesibilitas serta keamanan. Minimalisasi risiko dan ekses negatif, mengoptimalkan perkembangan ekonomi digital.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline