Lihat ke Halaman Asli

teguh wiyono

guru SMAN 1 Losari dan hypnotherapist

Puisi | Menggapai-Mu di Ujung Malam

Diperbarui: 21 April 2020   21:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dok.dakwahsunnah.com

Di keheningan malam ini, sepi menyelimuti bumi. Masuk hingga ke lorong-lorong pelosok desa. Hanya semilir angin yang menderu membuat suasana semakin senyap mencekam. 

Desa yang ramah ini menjadi senyap seperti desa yang mati. Jiwa-jiwa yang kelelahan sudah lelap terbaring dalam pembaringan. Mengejar mimpi yang indah. 

Dalam keheningan seperti ini hatiku tertuju pada Sang Pencipta. Bayanganku melambung menembus langit tertinggi untuk sujud di hadapanMu. Memohon ampun dari segala dosa. 

Tubuh rapuh yang hina ini berlumur dengan dosa-dosa yang teramat banyak. Serasa hina lah dihadapanMu. Bagai sebutir debu diantara alam semesta yang luas ini. Melayang tertiup angin tanpa daya. Pasrah kemana angin berhembus menghantarnya.

Malam yang senyap ini menghantarku larut dalam doaku. Tersimpuh di sudut waktu. Meratap dalam denyutan hati. Ku coba tanganku untuk menggapaiMu. Kugenggam erat hingga tak kulepas lagi.

Penulis : Teguh Wiyono

KBC-50

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline