Lihat ke Halaman Asli

Taufiq Sentana

Pendidikan dan sosial budaya

Mencumbu Hujan

Diperbarui: 22 Juli 2021   11:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Mencumbu Hujan

Biarkan hujan mendekat
menimpa tubuh lekat lekat
diantara timbunan asam laktat
dalam perjalanan penat.

Sambut dan cumbulah sang hujan
hamparkan segenap pengertian
dengan sedikit ketakjuban.
Biarkan rintik rintiknya
yang ringan dan lebat
menjalar ke pori pori
dan menemukan keindahan.

Sejarah Hujan

Seperti rindu kita
pada titik kosmos semula
setelah ledakan besar itu....
angin dan badai
dingin dan panas
tiada yang melerai:
hujan hujan berderai
memecah hening dan kesangsian.

Dalam Kumpulan Surat Hujan

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline