Lihat ke Halaman Asli

Tata Tambi

mengajar, menulis, mengharap rida Ilahi

Saling Klaim Pemenang Debat Ketiga Para Capres

Diperbarui: 10 Januari 2024   18:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

tirto.id

Perhelatan debat ketiga, calon presiden yang diselenggarakan KPU di Istora Senayan pada Ahad, 7 Januari 2024 sudah tiga hari berlalu. Namun saling serang dan saling klaim antarpendukung tentang siapa pemenang debat masih berlangsung. Satu hal yang wajar, walaupun tidak selalu benar, jika setiap kubu merasa jagoannya yang menang.

Tidak masalah sebenarnya masing-masing mengklaim capres yang didukung menjadi pemenang debat. Menjadi masalah ketika setiap kubu memberikan penilaian negatif apalagi mengarah kepada serangan berupa kampanye hitam. 

Tidak ada kata bulat dalam setiap penilaian hasil debat. Seperti dalam debat capres pertama, setiap pendukung capres merasa setiap jagoannya menjadi pemenang. Namun demikian mayoritas penilaian memandang capres nomor 01, Pak Anies menjadi pemenang. Demikian juga dalam debat cawapres, setiap kubu tetap memberikan penilaian lebih kepada jagoannya. Walaupun demikian mayoritas penilaian memandang cawapres 02, Pak Gibran menjadi pemenang.

Lalu bagaimana dengan debat capres ketiga pada tanggal 7 Januari 2024 kemarin? Hasil pantauan penulis terhadap berbagai pemberitaan di media massa, setidaknya ada dua penilaian berbeda tentang siapa capres yang diunggulkan. 

Penilaian ada yang berdasarkan rilis dari lembaga dan ada yang berdasarkan pendapat individu/pribadi. Berdasarkan lembaga ada dari Polling Kompas dan Indonesia Indicator (i2). Berdasarkan pendapat individu ada pendapat dari pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing dan pakar komunikasi politik, Effendi Gazali.

Dalam artikel ini penulis akan fokus pada penilaian hasil debat berdasarkan Polling Kompas dan Indonesia Indicator (i2). Berdasarkan polling Kompas, tingkat kepuasan masyarakat pada Anies sebesar 71.4 persen, pada Prabowo 48.9 persen, dan pada Ganjar sebesar 79.7 persen. Polling ini dilaksanakan pada 7 Januari 2024 pukul 19.30 s.d. 20.00 WIB dengan melibatkan 210 responden se-Indonesia via wawancara.

Berikutnya analisis Indonesia indicator (i2), perusahaan intelijen media yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI). Data yang dikumpulkan berasal dari percakapan netizen di lima platform media sosial yaitu Twitter, Facebook, Instagram, Tiktok, dan Youtube. Data dianalisis secara realtime menggunakan sistem intelligence socio analytics (ISA) dan social network analytics (SNA).

Tercatat perolehan eksposur Anies Baswedan menjadi yang terbesar di antara capres lainnya dengan total unggahan 67.785 pos dan total engagement sebesar 614.058. Total eksposur Prabowo Subianto mencapai 56.509 pos dengan 629.867 engagement. 

Sementara eksposur Ganjar sebesar 51.682 pos dengan 354.950 engagement. Engagement adalah tingkat interaksi netizen terhadap tokoh tersebut, melalui reaksi like, komen, share, dan retweet. Dengan demikian, berdasarkan analisis Indonesia indicator (i2), Anies adalah capres yang paling unggul versi netizen dalam debat ketiga.

Berdasarkan uraian di atas, siapa sebenarnya pemenang debat ketiga capres masih diperdebatkan (debatable). Setiap lembaga atau individu berhak dan sah-sah saja memberikan skornya. Bagaimana menurut Kompasianer sendiri?  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline