Lihat ke Halaman Asli

UNNES GIAT 9

Universitas Negeri Semarang

Sorot Wanita: Inovatif! UNNES GIAT 9 Desa Menawan Sulap Cotton Bud Menjadi Roncean Melati Imitasi Benilai Jual Tinggi

Diperbarui: 1 Agustus 2024   16:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seperangkat Roncean Melati Pengantin Imitasi (Dokpri)

                                          

Pemberian Materi Roncean Melati Imitasi dari Cottonbud (Dokpri)

Materi Tips Penjualan dari Karya Roncean Melati  (Dokpri)

Pelatihan Roncean Melati oleh Mahasiswa Pendidikan Tata Kecantikan (Dokpri)

Praktik Langsung dan Tanya Jawab bersama Ibu PKK (Dokpri)

Pembukaan Acara Sorot Wanita (Dokpri)

Foto Bersama Ibu PKK (Dokpri)

GIAT TRAMPIL

Secara umum, bunga melati merupakan lambang dari kesucian. Bunga melati sering dipilih karena memiliki aroma yang harum dan bentuk yang indah.  Hal ini membuat bunga melati sering digunakan dalam acara-acara sakral seperti pernikahan dan upacara adat. Pada pengantin, bunga melati yang melambangkan kesucian ini juga merupakan lambang harapan sang pengantin agar pernikahan yang dibina dimulai dengan sucinya jiwa dan dan raga pengantin. Melalui bunga melati diharapkan juga rumah tangga yang dibina akan selalu disertai cinta yang suci dan harum seperti bunga melati.

Rangkaian bunga melati atau bisa disebut dengan ronce melati merupakan aksesoris atau hiasan yang biasa dipakai oleh pengantin wanita maupun pengantin pria. Ronce melati ini biasanya digunakan sebagai hiasan dirambut sang pengantin. Ronce melati ini tidak hanya digunakan dalam acara pernikahan, namun juga sering digunakan pada acara siraman dan tujuh bulanan. Meronce melati ini membutuhkan keterampilan dan kesabaran yang tinggi karena pembuatannya yang rumit dan sulit. Oleh sebab itu ronce melati ini bernilai jual yang tinggi.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu program wajib bagi mahasiswa di Indonesia, yang bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam kehidupan nyata masyarakat. KKN sering kali menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program kreatif dan inovatif yang dapat memberdayakan masyarakat setempat. Salah satu ide kreatif yang diperkenalkan dalam KKN UNNES Giat 9 di Desa Menawan kali ini adalah pembuatan roncean melati imitasi dari cotton bud melalui program kerja SOROT WANITA. Membuat ronce bunga melati imitasi dari cotton bud adalah cara kreatif untuk menciptakan dekorasi bunga yang menyerupai melati tanpa menggunakan bunga asli. Bersama ibu-ibu PKK RW 02 Desa Menawan tim Giat9 UNNES berlatih mengembangkan kreativitas melalui meronce melati imitasi dari cutton bud.

Cotton bud, yang biasanya hanya dikenal sebagai alat kebersihan, ternyata dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai estetika dan ekonomis tinggi. Bahan ini mudah ditemukan, murah, dan cukup fleksibel untuk dibentuk menjadi berbagai macam kreasi. Melati, sebagai salah satu bunga yang memiliki makna khusus dalam budaya Indonesia, sering digunakan dalam berbagai acara adat dan upacara. Namun, melati asli memiliki keterbatasan dalam hal daya tahan dan ketersediaan. Oleh karena itu, melati imitasi dari cotton bud menjadi alternatif yang menarik dan praktis. Membuat ronce melati dari cotton bud memiliki beberapa tujuan dan manfaat, di antaranya:

  1. Ekonomis:
    • Menggunakan cotton bud sebagai bahan alternatif lebih murah dibandingkan membeli bunga melati asli, terutama jika dibutuhkan dalam jumlah banyak.
  2. Tahan Lama:
    • Ronce melati dari cotton bud tidak akan layu atau rusak seperti bunga melati asli, sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama dan disimpan untuk digunakan kembali.
  3. Kreativitas dan Kesenian:
    • Proses pembuatan ronce melati dari cotton bud merupakan aktivitas kreatif yang melibatkan keterampilan tangan dan seni kerajinan. Ini bisa menjadi proyek DIY yang menyenangkan dan memuaskan.
  4. Fleksibilitas dan Kustomisasi:
    • Bunga imitasi dari cotton bud bisa disesuaikan dengan warna dan ukuran sesuai keinginan, memberikan fleksibilitas dalam desain dan tampilan.
  5. Ramah Lingkungan:
    • Dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di sekitar, seperti cotton bud, dapat mengurangi pemborosan dan penggunaan sumber daya alam.
  6. Tidak Terbatas oleh Musim:
    • Bunga melati asli mungkin tidak selalu tersedia sepanjang tahun atau sulit didapatkan tergantung musim. Dengan membuat ronce dari cotton bud, ketersediaan bahan tidak menjadi masalah.
  7. Pendidikan dan Pembelajaran:
    • Proses pembuatan ronce melati dari cotton bud bisa menjadi kegiatan edukatif yang mengajarkan keterampilan tangan, seni, dan kreativitas kepada anak-anak atau peserta workshop.
  8. Praktis untuk Dekorasi:
    • Ronce melati dari cotton bud bisa digunakan untuk berbagai acara seperti pernikahan, upacara adat, atau dekorasi rumah tanpa khawatir bunga akan layu atau berbau tidak sedap.

Bagaimana sih cara membuat melati imitasi dari cutton bud?

  • Siapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan seperti
  • Cutton bud, latex, pewarna hijau dan kuning, gunting, benang, styrofoam.
  • Langkah 1, gunting cutton bud menjadi 2 bagian.
  • Celupkan cutton bud yang sudah di gunting kedalam latex 2-3 kali celupan.
  • Tusuk cutton bud ke styrofoam agar tidak menempel ke lantai.
  • Biarkan cutton bud mengering sendiri selama 1 hari.
  • Cutton bud yang sudah kering, pada batangnya diwarnai dengan warna hijau muda dan tusuk kembali ke styrofoam dan biarkan hingga warna kering sempurna.
  • Setelah kering pada batang cutton bud di gunting agar menjadi kecil.
  • Cutton bud yang sudah di gunting siap untuk di ronce.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline