Lihat ke Halaman Asli

Syifa Ann

TERVERIFIKASI

Write read sleep

Lebaran Tiba, Mereka Tetap Bekerja

Diperbarui: 9 Juli 2016   04:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

-

Hari raya Lebaran menjadi momen yang dinantikan bagi umat muslim setelah melewati sebulan puasa Ramadan, Hari Raya yang jatuh tanggal 1 Syawal ini memberi kesan tersendiri, pada hari itu maaf diberikan, pada hari itu, tumpah ruah segala keriaan, terutama bagi yang merayakan.

Di Indonesia sendiri hari raya Lebaran identik dengan waktu liburan. Biasanya kalender di Indonesia menetapkan 2 hari cuti bersama secara nasional, tak jarang pula sebagian perusahaan memberi libur tambahan beberapa hari saat sebelum dan sesudah lebaran. Bagi sebagian pegawai, libur lebaran menjadi penanda jeda sejenak dari pekerjaan, namun tak semua selalu demikian adanya, ada pula beberapa profesi yang masih tetap bekerja meski hari raya tiba, karena penjadwalan sistem kerja atau hal-hal lainnya, beberapa profesi itu diantaranya:

1. Wartawan

Profesi yang satu ini memang memiliki jam kerja tak jelas, bahkan ada yang bilang, menjadi wartawan berarti komitmen kesiagaan 24 jam. Karena kita tak pernah tahu kapan sebuah pristiwa bernilai berita akan terjadi. Ada 1 pantangan bagi wartawan yang sepertinya berlaku umum di sejumlah media adalah: pantang mematikan HP. Kecuali Anda siap kena semprot gegara susah dihubungi oleh kantor atau koordinator liputan (koorlip).

Begitu pun saat lebaran, ada ungkapan berita tak kenal libur. Itupun berlaku saat lebaran, natal atau hari raya lainnya. Contoh paling mudah, lihat saja para wartawan / reporter peliput berita mudik: mereka masih tetap wara-wiri di layar kaca, memantau informasi dari sejumlah lokasi.

Hanya saja, jika menyangkut hari raya keagamaan biasanya beberapa media mempertimbangkan unsur toleransi beragama, tapi ada kalanya berita memang tak kenal libur, sesekali kegentingan berita juga tak pandang hari raya.

2. Pramugari

Teman saya bilang, bilang, profesi ini penjejak bandara. Dalam sehari bisa terbang ke beberapa kota tetapi hanya masuk bandara. Jika jadwal tugas terbangnya bertepatan dengan lebaran atau hari raya, seorang pramugari, apa pun agamanya hanya bisa pasrah mengantar penumpang mudik ke tujuan masing-masing, sementara sang pramugari tak bisa mudik, begitu juga dengan pilot dan kopilot.

3. Paramedis

Karena sakit dan kondisi gawat darurat tak bisa diduga datangnya, profesi ini dituntut untuk selalu siaga. Pasien harus sebisa mungkin dilayani dengan maksimal tak peduli puasa, lebaran, atau hari apa, karena hampir setiap tindakan di rumah sakit berhubungan dengan nyawa, maka cuti dadakan jelas tak mudah dilakukan dan tak bisa sembarangan. Sistem kerja di rumah sakit umumnya dibagi per shift, jika seorang paramedis mendapat jatah shift di hari raya, sementara ia belum mengajukan cuti dari jauh hari, maka mau tak mau ia harus terima.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline