Lihat ke Halaman Asli

Syahiduz Zaman

TERVERIFIKASI

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Kontribusi Vital UMKM Terhadap Perekonomian Nasional

Diperbarui: 18 Juni 2024   08:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki di Vivere Hotel, Serpong, Tangerang, Selasa (27/2/2024). (KOMPAS.com/Haryanti Puspa Sari)

Kontribusi UMKM

Indonesia, negara dengan lebih dari 64 juta unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), telah menyaksikan peran vital UMKM dalam perekonomian nasional. Sektor ini, yang berkontribusi sebesar 61,97% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau sekitar Rp 8,500 triliun pada tahun 2020, telah menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja yang mencapai 97% dari total tenaga kerja di negara ini (Kompas.com, 04/02/2022; 19/12/2022).

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menargetkan peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65% pada tahun 2024, sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor hingga 17%. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong UMKM sebagai motor penggerak ekonomi (Kompas.com, 08/04/2021).

Selain itu, UMKM juga memiliki peran kunci dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi, dimana sektor ini mampu memberikan ketahanan ekonomi melalui kreativitas dan inovasi yang tinggi. Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program untuk meningkatkan kelas UMKM, seperti pelatihan, sertifikasi, dan bimbingan teknis yang terintegrasi dengan platform e-commerce untuk memperluas pasar (Kompas.com, 12/03/2024).

Peningkatan kinerja UMKM telah ditunjukkan melalui berbagai data, termasuk kenaikan indeks bisnis UMKM yang menunjukkan ekspansi optimis di tahun 2022. Strategi ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Inisiatif untuk melibatkan lebih banyak UMKM dalam rantai pasok global, seperti yang dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT HM Sampoerna Tbk, juga merupakan langkah strategis yang telah membantu memperkuat peran UMKM dalam ekonomi nasional (Kompas.com, 12/03/2024).

Di sektor spesifik, seperti furnitur, UMKM telah mencatat kinerja mengesankan dengan pendapatan mencapai 2,8 miliar dollar AS selama tiga tahun terakhir. Langkah-langkah seperti pembangunan Rumah Produksi Bersama untuk mendukung wirausaha berkelanjutan di sektor ini juga telah dilaksanakan (Kompas.com, 27/02/2024).

Dengan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, UMKM di Indonesia terus diperkuat untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam perekonomian nasional dan global, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan inklusif.

Inisiatif Strategis dan Transformasi Digital UMKM

Transformasi digital telah menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia. Menurut Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Supari, inisiatif seperti peningkatan inklusi keuangan dan bantuan teknis telah memainkan peran besar dalam membantu UMKM naik kelas dalam ekonomi digital. Dengan 98,7% UMKM berada dalam segmen mikro, pemerintah dan lembaga keuangan terus mendorong transisi ini melalui pendidikan keuangan, akses kredit yang lebih luas, dan integrasi ke pasar digital (Kompas.com, 05/10/2021).

Ilustrasi UMKM, strategi bisnis UMKM. (SHUTTERSTOCK/BLEAKSTAR)

Pemerintah juga telah menetapkan target ambisius untuk ekspor produk UMKM. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mencatat target ekspor UMKM pada 2024 mencapai 17%, naik dari 15,65% sebelumnya, yang mencerminkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk UMKM di pasar global (Kompas.com, 17/12/2022). Program-program seperti kerja sama dengan Bea Cukai dan lembaga sertifikasi telah dijalankan untuk mempercepat proses ekspor.

Salah satu strategi penting yang telah diadopsi adalah mempererat kerja sama antara UMKM dengan sektor swasta dan pemerintah. PT HM Sampoerna Tbk, misalnya, telah berkolaborasi dengan BRI dalam upaya meningkatkan peran UMKM dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui kerjasama ini, UMKM diberikan peluang lebih besar untuk mendapat akses modal dan pasar yang lebih luas (Kompas.com, 12/03/2024).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline