Lihat ke Halaman Asli

Sutanto Bantul

Penulis dan Penggerak Literasi

Perwakilan DPW HPAI Bantul, Ikuti Peringatan HLHS

Diperbarui: 6 Juni 2024   16:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dok.sutanto

Tiga perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (DPW HPAI) Bantul, yang terdiri Ngadina,M.Pd (Pengawas Dikpora Bantul), Istiani Nurhasanah (Pengawas Dikpora Bantul), Drs. Sutanto (Guru MTsN 3 Bantul) mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tingkat Kabupaten Bantul di Pendopo Pantai Goa Cemara Gadingsari Sanden, Rabu (5/6/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati H.Abdul Halim Muslih, Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi, SH.MH, dan Panewu se Bantul.

            Ngadina selaku Ketua DPW HPAI Bantul menjelaskan, kehadirannya bersama dengan 2 rekan sebagai upaya nyata peran serta organisasinya dalam mendukung kegiatan yang diselenggarakan DLH Bantul.

            "DPW HPAI Bantul masih tergolong baru, sehingga secara terus menerus kita aktif mengikuti berbagai kegiatan terkait lingkungan hidup sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat luas agar semakin eksis," tandas Ngadina.

            Menurut Kepala DLH, peringatan HLHS dimaksudkan pertama, untuk meningkatkan kesadaran dan memicu aksi individu kelompok masyarakat dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup, yang kedua memperkuat partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pengelolaan lingkungan dan yang ketiga mengedukasi masyarakat tentang isu-isu penting lingkungan dan bagaimana bisa berkontribusi untuk pelestarian lingkungan.

Bambang Puradi menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan untuk memperingati lingkungan hidup sedunia telah diadakan penanamanan  4171 batang pohon di beberapa wilayah Kapannewon, diantaranya Pajangan Jetis Sedayu Imogiri Kasihan Pundong Piyungan Pleret dan Bambanglipuro dan puncaknyai adalah untuk membuat 5.000 jugangan di desa caturharjo Pandak.

"Harapan kami kegiatan ini mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat, bagaimana mengupayakan pengolahan sampah karena hari ini kita melakukan desentralisasi bahan sampah di wilayah sehingga sampah itu seperti harapan bapak Gubernur bisa selesai di rumah. Secara birokrasi ya selesai di kelurahan.," pungkas Bambang Purwadi.

Input sumber gambar

Bupati Abdul Halim Muslih menegaskan, kerusakan lingkungan yang terjadi sebenarnya akibat ulah tangan manusia sendiri. Maka untuk menebus dosa itu kita harus memiliki komitmen dan merumuskan program-program yang konkret sebagai penebusan dosa atas kerusakan di bumi ini. Sementara bumi ini kita harapkan masih berumur lama karena anak-anak kita masih kecil-kecil kita juga nanti akan punya cucu-cucu nah sehingga sesungguhnya bumi yang hari ini kita tinggali ini sesungguhnya hanyalah pinjaman dari anak-anak cucu kita yang nanti akan kita gulirkan kepada anak-anak dan cucu-cucu di masa depan sehingga bumi ini harus kita rawat kita tidak boleh meninggalkan bumi ini dalam keadaan rusak nanti yang kasihan itu anak-anak dan cucu kita ditinggali sawah yang sudah tidak subur ditinggali pekarangan yang penuh dengan sampah dan limbah ditinggali bumi yang tidak produktif ini yang kasihan ini adalah anak-anak cucu-cucu kita buyut kita di masa depan.

"Oleh karenanya pada peringatan hari lingkungan hidup ini marilah kita sejenak melakukan kontemplasi atas dosa-dosa lingkungan yang telah kita lakukan dengan melakukan penebusan dosa hari lingkungan hidup kita jadikan sebagai hari penebusan dosa lingkungan dengan memasang komitmen yang tinggi dan kita akan melakukan satu tindak lanjut rencana tindak lanjut yang lebih terukur itu dengan berjuang menyelesaikan masalah  sampah," tegas Bupati.

Input sumber gambar

Selanjutnya Bupati menyerahkan penghargaan kepada sekolah yang berhak menerima predikat sekolah adiwiyata di Kabupaten Bantul dan penyerahan simbolis motor roda tiga serta ember tumpuk kepada masyarakat untuk mendorong kesadaran masyarakat untuk bisa mengolah sampah secara mandiri.

Bupati juga berkenan melihat secara langsung pembuatan eco enzym yang memiliki multi fungsi, dan sebelum meninggalkan lokasi melihat secara langsung pameran SMAN 1 Bantul, SMAN 2 Bantul, SMKN 1 Sewon dan SD Seropan Dlingo.

Bupati juga banyak mendapat cindera mata dari para penggiat lingkungan termasuk buku Gurit 56 dari Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline