Lihat ke Halaman Asli

Susanti Hara

Seorang pendidik yang suka berkreasi

Serunya Proses Syuting bersama Anak-anak Luar Biasa

Diperbarui: 13 Desember 2019   06:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

"Bu, tadi ke mana? Ibu enggak ada. Tadi ada Kak Vinly sama temennya yang dari Jakarta. Terus aku tadi dapat nasi hokben sama tempat minum yang tahan panas bu, terus ada Ka Timo sama temannya ..."

Ungkapan tersebut bukanlah salah satu bahan naskah untuk syuting. Namun sebuah pesan yang penulis terima pada hari Rabu, 11/12-2019 melalui WhatsApp. Pengirim pesannya merupakan alumni salah satu Sekolah Luar Biasa yang pernah mengikuti kegiatan pelatihan soft skill siap kerja di sekolah tempat penulis mengajar, SLB-B Sukapura.

Pada hari tersebut, penulis memiliki tugas untuk mengurus data UN di luar sekolah. Sehingga tentu saja kami tidak bisa bertatap muka seperti hari Rabu biasanya dia datang ke sekolah.

Pelatihan Soft Skill Siap Kerja/dokpri

Sebuah pesan sederhana yang memiliki banyak cerita penyertanya. Salah satunya adalah kegiatan syuting yang berlangsung sejak Selasa, 10/12-2019 di sekolah untuk mengabadikan kegiatan para siswa berprestasi.

Persiapan pengambilan video di salah satu ruangan - Dok. Susanti Hara

Pengirim pesan yang sebenarnya datang seminggu sekali, setiap Rabu pukul 11.00 WIB untuk mengikuti kegiatan belajar coding, tidak mengetahui kalau yang dia sebut "temannya yang dari Jakarta", merupakan tim kerja dari organisasi non-pemerintah internasional yang sangat mendukung kemajuan anak-anak, salah satunya anak luar biasa atau anak berkebutuhan khusus, atau juga mereka yang sering dikatakan difabel.

Pose bersama tim kreatif dengan salah satu siswa tunagrahita berprestasi/dokpri

Kedatangan tim kerja kreatif dari Jakarta ke tempat tugas penulis merupakan salah satu kegiatan untuk mendokumentasikan prestasi beberapa siswa serta kegiatan mereka sehari-hari. Pada hari pertama, dari mulai pagi hingga sore, ada beberapa kegiatan syuting yang sempat penulis lihat, misalnya saja mendokumentasikan kegiatan di sekolah, mendokumentasikan prestasi siswa yang pernah berhasil meraih kejuaraan hingga luar negeri, serta wawancara dengan berbagai pihak di sekolah.

Pengondisian arena pengambilan gambar - Dok. Susanti Hara

Baiklah, hari pertama berjalan dengan antusiasme seluruh peserta didik di sekolah. Lantas, bagaimana dengan hari kedua?

Pada hari kedua, pada jam pertama, begitu penulis sampai ke sekolah, tim kerja dari Jakarta yang mengambil dokumentasi ini tampak sedang sibuk di lapangan olah raga. Mereka menyiapkan segala sesuatu untuk kepentingan pengambilan gambar atau video. Penulis pun hanya memantau sesekali di sela mengerjakan tugas lainnya.

Taraaa, dan sangat diluardugaaan, ketika salah satu dari tim kreatif meminta saya menjadi bagian dalam kegiatan. Baiklah, untuk mengefektifkan waktu saya mengikuti arahan mereka.

Namun, ada hal lain tanpa pernah saya duga. Ada satu momen, mereka meminta untuk mengumpulkan semua anak dalam satu lingkaran. Ewowowow, mendadak rasanya kaku otak. Duh, kebayang kalau mengumpulkan semua peserta didik dari mulai kelas TKLB-SDLB-SMPLB-SMALB. Sekitar 40 peserta didik. 

Tempat kita bertumpu tidak akan muat. Maklumlah, tempat berkumpul tersebut paling hanya bisa untuk 10-20 anak.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline