Lihat ke Halaman Asli

Tangis

Diperbarui: 25 November 2024   04:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com


Tangis itu begitu muncul begitu saja
Bergemuruh di relung jiwa
Bulir-bulir bening meniti memenuhi sudut netra
Ingin ku suarakan hati yang pedihluka itu membebani
Hingga hatiku perih mendidih
Inikah rasanya cinta yang yang hampa
Mengapa harus jumpa kalau akhirnya pisah
Cinta yang ku ukir kini tersapu angin
bak butiran debu
Sampai kapan aku berlari
Jiwaku sepi dan sendiri dalam gelap
Aku terdiam membisu
Menghimpit luka yang menganga
Rasaku hilang kini
Entah kenapa ku tak tahu
Waktu seolah berjalan lambat
Sisakan sesak yang mendesak
Menyeret asa yang tertaut
Menikam mahligai cinta yang ku bina
Bagaimana bisa aku melawan
Ketika cinta telah tertawan

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline