Lihat ke Halaman Asli

Suka Ngeblog

TERVERIFIKASI

Penulis buku, terkadang menjadi Pekerja Teks Komersial

Akankah PT LI Tergiur Godaan News Corp?

Diperbarui: 24 Juni 2015   19:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

1355834910311262483

[caption id="attachment_222476" align="aligncenter" width="400" caption="News Corp Group (foto: smokinggunpr.co.uk)"][/caption]

News Corporation (News Corp.) membuat kejutan dengan memberikan 'tawaran yang sukar ditolak' untuk sepakbola Indonesia. Perusahaan media multinasional milik Rupert Murdoch ini menawaran diri menjadi sponsor dan rekan bisnis untuk kompetisi sepakbola dalam negeri.

Tawaran diberikan pada Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), operator IPL, dan kelihatannya sudah disetujui. Menurut CEO PT LPIS Widjajanto, pihaknya bersama PSSI akan melakukan pembicaraan lebih lanjut, terutama membahas finalisasi struktur penawaran.

Yang menarik, tawaran dari News Corp ternyata tak hanya untuk PT LPIS. Menurut Widjajanto, News Corp juga mengajukan penawaran yang sama untuk PT Liga Indonesia (LI) selaku operator ISL.

"PSSI dan LPIS menghormati isi dan diktum yang ada di dalam MoU. Dan penawaran dari News Corp juga sudah ada di tangan CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono," jelas Widja seperti disitat bolanews.

Jika LPIS sudah setuju untuk bekerjasama dengan News Corp, bagaimana dengan PT LI? Hingga tulisan ini dibuat, saya belum menemukan informasi apakah tawaran itu diterima atau ditolak. Kira-kira, apakah PT LI akan ikut tergoda dengan tawaran News Corp? Ataukah PT LI akan jual mahal dan menolak?

Jika PT LI menolak, bisa jadi itu karena rentang kerjasama yang lumayan lama, yakni 20 hingga 25 tahun. Artinya, pada jangka waktu itu PT LI yang selama ini menjadi 'penguasa tunggal' harus membagi kekuasaan dengan pihak lain. Pihak asing pula.

Jika tawaran diterima, akan mengacaukan agenda Viva group yang sudah menetapkan ISL sebagai salah satu program andalan, yang bakal digandengkan dengan Piala Dunia nanti. Namun untuk penyiaran, mungkin akan lebih mudah karena ternyata, News Corp merupakan salah satu pemegang saham antv.

Menurut wikipedia, News Corp melalui anak perusahannya Star TV dan Fox International Channels memegang 20% saham antv terhitung sejak 30 April 2006. Jumlah saham sebanyak 20% merupakan angka maksimum untuk perusahaan asing yang menanamkan saham di perusahaan Indonesia. Jadi, jika komposisi saham belum berubah, maka kerjasama dalam bidang penyiaran dengan melibatkan antv tak akan menemui kendala berarti.

Karena News Corp juga berencana memberikan subsidi milyaran rupiah untuk klub, maka berita ini pasti menggembirakan untuk klub ISL yang tidak dilirik sponsor. Setelah tak bisa seenaknya 'menyusui' APBD, sejumlah klub ISL memang kalang kabut mencari sponsor. Tidak semua memang. Beberapa klub ISL sudah bisa mandiri karena bisa menggaet sponsor. Namun sebagian lagi masih harus berusaha hingga berdarah-darah untuk bisa mendapatakan sponsor. Tentu, kucuran milyaran rupiah dari News Corp merupakan berkah yang tak bisa dinafikan.

Jadi, jika PT LI, dengan alasan tertentu menolak tawaran News Corp, saya menduga hal ini akan memicu gelombang eksodus ke IPL. Klub-klub yang kesulitan dana akan menyeberang ke IPL yang keuangannya lebih terjamin dengan adanya News Corp.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline