Lihat ke Halaman Asli

Teha Sugiyo

mea culpa, mea maxima culpa

Bermain Jaring Benang Bersama Jokowi

Diperbarui: 22 Oktober 2015   23:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

 

 

sumber gambar: www.sesawi.net

Pagi yang indah, pagi yang cerah. Di halaman istana negara yang cukup luas, telah berkumpul banyak orang. Jokowi  berdiri di tengah-tengah halaman dikelilingi oleh 50 orang pilihan, para petinggi lembaga pemerintahan baik yudikatif, legislatif maupun eksekutif. Hampir semua menteri, yang merupakan pembantu presiden, ikut serta dalam kegiatan itu. Masih ada beberapa pemimpin organisasi sosial dan beberapa orang yang sangat peduli terhadap kemajuan bangsa berbaur menjadi satu.

Hari itu dilaksanakan “permainan jaring benang”. Telah disediakan di halaman yang luas itu beberapa peralatan seperti: benang kasur secukupnya, bola tenis sejumlah 250 buah, 2 lembar seprei putih berukuran 5 x 8 m,  baskom atau jolang besar yang dapat menampung 250 bola tenis, dan 9 jenis halang rintang.  Halang rintang itu berupa lorong sempit yang kiri kanannya dipagari kawat berduri sepanjang 10 meter. Masih ada balok-balok kayu panjang yang harus dilompati, atau dilewati dengan cara merunduk karena tingginya hanya 1 meter, ada lagi tanjakan dan turunan, tikungan dan belokan. Semua halang-rintang itu ada 9 macam jumlahnya. Di ujung halang-rintang itu diletakkan baskom atau jolang besar tadi.

Di halaman yang luas itu tidak hanya 50 orang pemain, tetapi ada seorang instruktur dibantu 5 orang rekannya. Masih ada juga ratusan pengunjung yang sengaja datang untuk menyaksikan “permainan” yang tentu saja akan sangat heboh itu.

Permainan pun dimulai. Dengan peluait panjang dan keras, instruktur memanggil 50 orang pemain, termasuk Jokowi untuk membuat lingkaran. Instruktur berada di pusat lingkaran. Kemudian ia menyampaikan aturan dan tata cara permainan yang harus dipatuhi setiap peserta. Begini: Semua peserta permainan harus melakukannya dengan tulus ikhlas, sukarela riang gembira dan bahagia. Gulungan benang kasur pertama dipegang oleh Jokowi. Dari tangan Jokowi gulungan benang itu, dilemparkan kepada orang kedua, siapa pun yang ikut dalam permainan itu. Caranya, ujung benang yang satu diikatkan atau dipegang oleh jari-jari tangan kiri, dan tangan kanan melemparkan gulungan benang, sehingga ketika gulungan ditangkap orang yang dimaksud, benang itu akan membentuk garis lurus. Dengan cara yang sama, orang kedua melemparkan gulungan itu kepada orang ketiga. Orang ketiga melemparkan kepada orang keempat sampai semua peserta mendapat bagian lemparan benang. Jika benang habis, disambung lagi dengan gulungan lain yang telah disediakan.

Pada saat melemparkan gulungan benang itu, setiap orang yang akan melempar harus menyebutkan nama, mengucapkan kalimat standar, dan menyebutkan nama orang atau jabatannya, yang diberikan lemparan benang. Misalnya, “Saya, Jokowi, menerima amanah dari rakyat untuk membangun bangsa dan negara ini. Saya tidak dapat bekerja sendiri. Saya minta bantuan Menteri PAN dan RB, lalu weesss, gulungan benang dilempar kepada Men-PAN dan RB. Selanjutnya, Men-PAN RB berkata, “Saya Yuddy Chrisnandi, menerima tugas mulia ini. Saya tidak dapat bekerja sendiri, maka saya minta bantuan kepada Mendagri....”. Dst. Dst. Sampai seluruh peserta mendapat lemparan benang, dan bahkan boleh juga mendapat lemparan lebih dari satu kali.

Nah, apa yang terlihat? Dengan bantuan instruktur dan pembantu-pembantunya, benang yang dilempar-lempar itu akan membentuk sebuah jaringan yang masing-masing dipegang oleh peserta sejumlah 50 orang itu. Di atas  jaringan benang itu dihamparkan seprei putih. Jika cukup satu lembar memenuhi jaringan, ya sudah tak perlu ditambah lagi. Jika tidak cukup, boleh juga seprei kedua dihamparkan lagi di atas jaringan benang itu. Sekarang sudah terbentuk jaringan yang merupakan alas dari sprei. Instruktur mengambil 250 buah bola tenis yang sudah disiapkan oleh pembantu-pembantunya, lalu katanya, “Di atas seprei ini akan saya lemparkan bola-bola tenis ini! Berapa?” Karena peserta tidak tahu harus menjawab apa, maka instruktur kemudian melanjutkan, “Ya, saya akan melemparkan semua bola tenis ini ke atas seprei”. Nah, nah, nah... Setelah semua bola berada di atas seprei, ternyata ada juga yang terpental keluar, ada juga yang terjatuh.... Namun sebagian besar yang masih ada di atas seprei itu, sekarang harus dibawa dengan hati-hati, melewati 9 rintangan yang telah disiapkan, dan pada ujung rintangan terakhir, ada jolang besar. Bola di atas seperi itu harus dimasukkan ke jolang itu dengan target sebanyak-banyaknya. Artinya secara bersama-sama peserta permainan itu menggotong bola dan melewati 9 rintangan, kadang harus melipir supaya tidak terluka oleh pagar berduri, atau harus melompat, melangkah, merunduk, dan menaiki tanjakan dan menahan bola jangan sampai terjatuh saat jalanan menikung, berbelok atau menurun. Hayo!

Akhirnya...., akhirnya..., setelah melewati berbagai rintangan dan hambatan, dengan ngos-ngosan peserta berhasil memasukkan bola-bola itu ke dalam jolang. Bhhhwwwuaahh... Para peserta yang menggotong bola rame-rame itu akhirnya bisa bernafas dengan lega. Memang ada banyak yang tercecer jatuh di sepanjang perjalanan, namun masih banyak pula yang  berhasil disarangkan ke dalam jolang. Priiiiitttt.... Instruktur meniup peluit panjang, dan peserta kembali berkumpul membentuk lingkaran. Instruktur pun membawa jolang yang berisi bola ke tengah-tengah lingkaran peserta. Mari kita evaluasi permainan yang baru saja kita mainkan!

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline