Lihat ke Halaman Asli

Pornografi Masuk Sekolah: Memprihatinkan!

Diperbarui: 25 Juni 2015   19:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

1329833216674389913

[caption id="attachment_172673" align="aligncenter" width="248" caption="tolak pornografi"][/caption] Tepat Pukul 10.30 wita bel masuk kelas setelah siswa beristirahat berbunyi. Di ruang guru, kami segenap guru mengatur rencana akan merazia Handphone (HP) yang dibawa oleh siswa ke sekolah. Karena ada laporan, baik dari siswa maupun beberapa orang guru perihal HP yang sudah mulai banyak dibawa siswa ke dalam kelas. Bahkan tidak takut-takutnya, siswa bermain facebook saat sang guru mengajar di kelas. Kami mengatur strategi agar siswa tidak tahu menahu soal razia ini.

  • Guru masuk kelas seperti biasanya untuk mengajar sesuai jam mengajar jam pelajaran ke-5 dan ke-6. Tapi sebelumnya semua guru sudah kami briefing soal rencana ini
  • Kami menyiapkan 16 kantong plastik untuk menaruh HP yang akan dirazia nanti. Tentunya diberi label kelas masing-masing agar HP siswa ini nantinya tidak tertukar dengan kelas lain
  • Para wakil kepala sekolah dan beberapa orang guru yang sudah tidak ada jam mengajar yang masih berada di ruang guru kami ajak untuk masuk secara serempak.
  • Kami bagi, 2 orang guru datang ke setiap kelas. Kami pun masuk ke dalam kelas dan terlebih dahulu meminta ijin kepada guru yang sedang mengajar (walaupun sebelumnya -di ruang guru- para guru telah mengetahui rencana ini. Tujuannya agar siswa tetap melihat hormat kepada para gurunya.
  • Para siswa kami minta meletakkan HP di atas meja masing-masing, kecuali memang siswa yang tidak membawa atau tidak memiliki HP.
  • Beragam reaksi siswa saat dirazia mendadak ini. Ada yang jujur menyerahkan HP-nya, ada siswa yang menyembunyikan di dalam celana, ada siswa yang menyembunyikan HP di sepatu, ada siswa yang membuang HP di belakang kelas lewat jendela samping, dan lain-lain tingkahnya. Tetapi kami sebagai guru tentu tidak mau dikibuli oleh siswa ini.
  • Setelah semua HP terkumpul, kepada beberapa orang guru dan TU yang dianggap ahli dalam mengoperasikan HP kami mintai bantuannya untuk menelusuri isi HP satu per satu. Tujuan kami adalah mencari kalau-kalau ada gambar dan video yang berisi adegan pornografi.
  • Ternyata, dugaan kami benar. Beberapa diantara HP siswa ini berisi adegan seronok -yang mungkin hanya layak dilihat oleh orang dewasa-.
  • Pihak sekolah pun langsung mendata siswa yang bermasalah dengan isi HPnya, dan melakukan pemanggilan orang tua/wali siswa.



BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline