Lihat ke Halaman Asli

2020 Ganti Bupati Nias Barat atau Dilanjutkan

Diperbarui: 27 Agustus 2019   06:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri

Pilkada serentak akan digelar 2020 mendatang, Kabupaten Nias Barat termasuk salah satu kabupaten yang akan menggelar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dari sekian banyak kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Hastag #2020 Ganti Bupati Nias Barat# ataupun dilanjutkan...tidak bisa dipungkirin akan ada di hati masyarakat Nias Barat walaupun sebagian orang tidak mau mengungkapkannya ke ruang publik tetapi akan menjadi konsumsi pribadi tiap mereka.

Mengapa hastaq ini bisa muncul, dikarena ada dua hal menurut pandangan masyarakat yaitu: pertama jika berkata "dilanjutkan "itu berarti kinerja pemerintah selama 4 (empat) tahun belakangan ini sudah berhasil dan menjawab harapan masyarakat mulai dari : Pembangunan, yang dibuktikan dengan pembangunan fisik yang telah terlaksana sesuai visi misi pada saat mencalonkan pada tahun 2015 lalu misalnya pembangunan jalan penghubung dari Kabupaten menuju kecamatan. 

Bidang Pendidikan yaitu Pendidikan Gratis ditandai dengan pengangkatan Guru Kontrak Daerah (GKD) sekarang namanya Honor Daerah, Kesehatan ditandai dengan pembangunan Puskesmas dan pengangkatan Pegawai Tidak tetap (PTT) kesehatan, bidang Pertanian yaitu pemberian pupuk gratis dan bidang-bidang lainnya tanpa disebut satu persatu.

Kedua ketika berkata "2020 Ganti Bupati Nias Barat" itu pertanda dan kode keras dimata masyarakat kepemimpinan pemerintah sekarang (incumbent) gagal total alias GATOT. 

Kata gagal total tentu punya landasan berpikir mengapa sampe mengeluarkan pernyataan seperti demikian. 

Pemaknaan hastag ganti bupati ataupun dilanjutkan bukan serta merta menutup ruang bagi mereka untuk maju sebagai kontestan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) pada tahun 2020 mendatang, disilahkan saja mereka ikut berlagak karana semua warga negara Indonesia khususnya Nias Barat berhak dipilih dan memilih tetapi lebih mengarah pada komitment menentukan pilihan siapa orang yang dipilihnya layak menurut versi masyarakat itu sendiri menjadi bupati Nias barat Periode 2020-2024. 

Tak ada seorang pun berhak mengganti bupati secara langsung akan tetapi boleh menggantinya lewat pemilihan langsung dengan tidak memilihnya ataupun memilihnya kembali.

Sebelum masyarakat Nias Barat menentukan hastagnya, maka mari melihat fenomena yang pernah terjadi di Nias Barat beberapa tahun terakhir ini yaitu masyarakat Nias barat disajikan oleh berbagai hal diantaranya: (1). Kasus dugaan suap dan gratifikasi bupati Nias Barat yang dihebohkan dengan kalimat dalam Bahasa Nias: Auri ami ba auri dra'o" (2) Jembatan Lahomi ambruk setelah beberapa bulan diresmikan, (3) Aspal berpindah-pindah, (4) Gaji PTT kesehatan Kabupaten Nias Barat tidak dibayarkan, (5) Puskesmas bermasalah sampai-sampai masyarakat menanam pohon pisang di halaman, dan yang paling setia menemani adalah devisit setiap tahunnya. 

Dari beberapa uraian diatas hendaknya menjadi perhatian masyarakat dalam memilih orang yang layak jadi bupati Nias Barat ke depan bukan memilih berdasarkan Marga, agama, letak wilayah, Partai politik, dan lain sebagainya.

 Tak perlu menutup mata bahwa ada saja calon bupati dan Wakil Bupati yang ikut pada pilkada Nias Barat mendatang sudah menyiapkan uang bermilyaran rupiah untuk menutupi kegagalannya dan memuluskan dirinya untuk menang, sebagai masyarakat yang cerdas ambil saja uangnya, dan jangan pernah pilih orangnya.

Melalui tulisan ini penulis berharap masyarakat Nias Barat tidak salah pilih dan memilih berdasarkan  penilaian sendiri bukan karena uang, tekanan jabatan bagi PNS dari pihak manapun sehingga pemilihan langsung yang akan digelar tahun 2020 ke depan benar-benar momentum menentukan kemajuan daerahnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline