Lihat ke Halaman Asli

Fergusoo

Wiraswasta

Wanita dan Korban Perdagangan Manusia

Diperbarui: 17 Februari 2020   23:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi perdagangan perempuan. (sumber: shutterstock)

Wanita adalah keindahan. Mereka tersusun dan terdiri dari butir-butir yang menciptakan kedamaian. Mereka melengkapi yang tidak sempurna, menutupi kekurangan, dan menjadi penolong yang sepadan.

Polisi daerah Jawa Barat baru-baru ini berhasil mengungkap dugaan perdagangan orang di Puncak, Kabupaten Bogor. Modusnya adalah menawarkan kawin kontrak kepada turis Timur Tengah yang sedang menikmati liburan. 

Para mucikari yang ditangkap ini merupakan agen yang berfungsi untuk mencari kemudian menawarkan kepada para turis wanita yang bisa dinikahi secara kontrak.

Mengapa wanita selalu menjadi korban perdagangan orang?

Saya ingin memulai tulisan ini dengan membahas sebuah berita yang cukup membuat nama Indonesia viral sekaligus terkenal. 

Yah, salah satu warga negaranya diketahui menjualkan harga dirinya ke salah satu agen penjualan keperawanan yang berada di luar negeri. Sebelum dia, ada beberapa nama wanita yang berasal dari negara lain yang juga sama melakukan hal ini

Sumber foto: greatmind.id

Fera (nama samaran) telah berhasil mendapatkan uang dari hasil menjual keperawannanya di situs cinderela escort. Cinderela escort merupakan agen penjual keperawanan yang berlokasi di Jerman. Diketahui sudah begitu banyak wanita yang mendaftarakan dirinya disitus ini. Termasuk Fera.

Gadis berumur 21 tahun ini meraup uang yang cukup fantastis dari nilai keperawannya. Sebelum dibeli dan dibayar dengan harga segitu banyak, tidak mudah baginya untuk dapat langsung mendapatkan fee tersebut. 

Ia harus melakukan serangkaian tes seblum dipasarkan kemudian ditawarkan kepada siapa mereka yang berkehendak. Alasan melakukan ini karena kebutuhan ekonomi.

Lantas bagaimana dengan alasan wanita-wanita yang mau dinikahi kontrak oleh turis Timur Tengah di Puncak?

Pemberitaan mengenai wanita yang menjualkan dirinya menjadi budak seks atau semacamnya bukanlah berita baru. Sedari dulu, wanita memang kerap kali dijadikan objek seksualitas bagi lelaki. Motif rata rata mereka mau menggadaikan dirinya adalah karena kebutuhan keluarga/ekonomi yang mendesak.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline