Lihat ke Halaman Asli

Ari Sony

TERVERIFIKASI

Bung Arson, Pengamat dan Pemerhati Olahraga Khususnya Sepakbola

Curhatan Mas Nadiem dan Alasan Mengenai Rencana Penghapusan Ujian Nasional

Diperbarui: 1 Desember 2019   05:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mendikbud Nadiem Makarim di acara Hari Dongeng Nasional (Kemdikbud/Jilan Rifai)

Nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, atau yang lebih suka dipanggil dengan sapaan Mas Nadiem, menjadi salah satu Menteri dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 yang namanya paling terkenal ditengah masyarakat.

Yang memudahkan masyarakat untuk mengenal sosok mas Nadiem, karena sebelum terpilih sebagai Mendikbud ia CEO Gojek, salah satu aplikasi yang sering digunakan oleh Masyarakat saat ini, aplikasi Gojek mampu memberikan salah satu alternatif kepada masyarakat sebagai solusi moda transportasi.

Usianya yang masih relatif muda membuat masyarakat ingin mengenal sosok mas Nadiem. Masyarakat semakin kagum dengan sosok mas Nadiem, saat ia melayat ke rumah korban meninggal tragedi atap SDN Gentong ambruk di Kota Pasuruan. Ia segera menindaklanjuti kejadian ambruknya atap SDN Gentong, dengan mengirim tim dari Inspektorat Jendral untuk melakukan investigasi.

Hasilnya setelah ada investigasi kerjasama dengan pihak kepolisian ditemukan adanya korupsi dari pihak kontraktor dalam rehab pembangunan sekolah.

Gebrakan terbaru, yang dilakukan mas Nadiem saat membuat teks pidato hari Guru, teks yang yang dibuat sangat sederhana sebanyak 2 lembar tetapi maknanya sangat mengena. Biasanya dalam pembuatan teks pidato, kata-katanya / kalimat yang digunakan panjang dan penuh retorika.

Dalam pidato hari guru, Mendikbud memberikan 5 pesan perubahan kecil yang dapat dilakukan oleh guru. Mas Nadiem meyakini, perubahan kecil yang dilakukan secara bersama akan membawa dampak besar dalam pendidikan di Indonesia.

"Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

1. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

2. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.

3. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline