Lihat ke Halaman Asli

The Power Of Kepepet

Diperbarui: 24 Juni 2015   06:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Banyak orang menginginkan untuk menjadi pemimpin yang bisa mengatur bawahannya agar bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Aku juga demikian. Suatu hari nanti saat memasuki dunia kerja, aku ingin bisa menjadi orang yang berpengaruh dilingkungan kerjaku. Mengatur ini dan itu agar semua hal menjadi teratur.

Namun kenyataanya, aku belum mampu mengatur diriku sendiri. Memiliki banyak waktu luang kadangkala masih dianggap kurang cukup untuk melakukan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Seperti kata Squidward " Untuk apa mengerjakan hari ini, jika bisa dikerjakan besok". Aku sering tertawa geli mendengar kata mutiara Squidward itu, tapi ternyata aku sedang menertawakan diriku sendiri. Selalu merasa masih punya banyak waktu, itulah alasan jahat yang ada dipikiranku.

Entah mengapa, aku selalu merasa "The Power Of Kepepet" itu memang ada. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan seseorang menyelesaikan sesuatu akan lebih cepat pada waktu yang dekat dengan hari H dibandingkan dengan pada waktu yang lama dari hari H. Ini bukan hanya pengalaman daku seorang, tetapi juga semua teman yang aku tanya.

Tapi apakah ini hanya berlaku untuk anak muda? Aku juga belum tahu, karena belum terpikir untuk menanyakannya pada orang tua. Tapi bisa jadi ada faktor-faktor yang mempengaruhi respon manusia terhadap "the power of kepepet". Mungkin usia dan pekerjaan?.

Dan memikirkan hal ini adalah salah satu hal valueless yang sedang aku lakukan untuk menghindar dari banyaknya tanggungjawab mahasiswa tingkat akhir yang menentukan waktu sendiri untuk selesai. Mungkin aku kerjakan besok? :)

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline