Lihat ke Halaman Asli

Agus Priyanto

sodarasetara

Kerinduan Pidi Baiq dan Rizal Ramli, Akhirnya Berbalas

Diperbarui: 4 Maret 2018   20:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi pribadi

Dokumentasi pribadi

Rindu itu telah berbalas. Itulah ungkapan yang dapat mewakili perjumpaan Pidi Baiq, penulis Novel sekaligus sutradara film Dilan 1990, hari ini (4 Maret 2018) di bandung.

Sejak 7 Desember 2017, Rizal Ramli yang saat itu mengunggah foto bersama Pidi Baiq ke Instagram. Foto itu merupakan foto bersama mereka ketika sama-sama menjadi pembicara dalam peluncuran buku "Revolusi dari Secangkir Kopi'" karya Didik Fotunadi di Bandung, sekitar tahun 2015an. Rizal Ramli yang kagum dengan sahabat satu almaternya di ITB itu mengungkapkan bahwa Pidi itu memiliki cara pikir yang khas, unik, kocak dan ajak kita berpikir dengan logika-logika sederhana.

 "Yeee Abangku muncul! Rindu". Balas Pidi untuk foto unggahan di Instagram Rizal Ramli itu.

 "Rindu ini akan terbalas Pidi... Semoga sebelum launching film Dilan, bisa ngobrol asyik dan ngopi" balas Rizal Ramli dalam akun instagramnya.

Sejak saat itu, tokoh nasional yang ketika masih mahasiswa di ITB Banding pernah merasakan dinginnya penjara orde baru ini belum bisa menebus rindunya untuk ngopi bareng Pidi Baiq.

Pidi memang juga memiliki kisah tersendiri dalam melawan kediktatoran Orde Baru. Melalui jalan seni, Pidi melawan Orde Baru dan Soeharto. Dengan cara uniknya, ia menyindir Orde Baru dengan cara mendirikan Negara Kesatuan Republik Panas Dalam. Sebuah negara yang Pidi deklarasikan bersama kawan-kawannya di ITB, hanya memiliki 18 warga negara.

"Ini satu-satunya negara yang presidennya bisa kenal seluruh warga negaranya," begitu kelakar Pidi yang pernah diungkapkan di berbagai kesempatan dan membuat orang yang mendengarnya tertawa-tawa.

Ketika gala premiere film Dilan 1990 di Jakarta, Pidi Baiq mengundang Rizal Ramli untuk hadir menonton. Tapi kesempatan itu juga belum menjadi ajang membalas kerinduan mereka berdua. Pidi memang sedang padat kesibukan beberapa bulan terakhir. Terang saja, sejak film Dilan 1990 ini muncul di berbagai pemberitaan akan tayang di bioskop, respon publik luar biasa.

Sumber foto | FB: Rizal Ramli

Kesempatan kedua diantara mereka untuk menebus kerinduan dalam nobar film Dilan 1990 bersama para pemeran dalam film Dilan 1990 pun terlewat. Ketika nobar Dilan 1990 di Senayan City 8 Februari 2018 itu, Pidi hanya bisa menyampaikan salam melalui sang sutradara film Dilan 1990, Fajar Bustomi.

"Salam dari Pidi Baiq, Bang. Dia tida bisa dating karena tidak ada celana Panjang," kelakar Fajar Bustomi.

Akhirnya, rindu itu baru berbalas ketika ekonom yang pernah menjadi anggota panel ahli ekonomi PBB dan dikenal dengan cara pikir "out of the box" ini berada di Bandung. Mereka tak mau kehilangan kesempatan untuk ketiga kalinya. Pidi Baiq menunggu kedatangan Rizal Ramli di Rumah The Panas Dalam, jalan Ambon nomor 8A (Bandung), sejak pukul 10.00 pagi. Sejam kemudian, tamu yang Pidi nanti datang.

"Selamat Pidi, film Dilan luar biasa," ungkap Rizal Ramli saat bertemu dengan Pidi Baiq.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline