Lihat ke Halaman Asli

Siti Nazarotin

TERVERIFIKASI

Dinas di UPT SD Negeri Kuningan Blitar

Membangun Generasi Emas Melalui Pendidikan Pancasila

Diperbarui: 1 Juni 2024   14:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Laskar Pelangi SDN Kuningan saat melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2024 | Foto: Elma Ainun Zumrodza

Dalam merayakan peringatan hari lahir Pancasila tahun 2024, kita menghadapi tantangan besar untuk membangun fondasi yang kuat menuju Indonesia emas pada tahun 2045.

Merayakan Keberagaman Budaya dalam Membangun Kesatuan dan Kesatuan Bangsa 

Pada tahun 2045, Indonesia akan mencapai usia seratus tahun, sebuah momentum yang menuntut kita untuk mengukir sejarah sebagai negara maju dan berdaulat. Tema peringatan hari lahir Pancasila tahun ini, "Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045" bukan hanya sekadar kalimat, melainkan sebuah komitmen untuk menggalang semangat kebangsaan dan membangun kesatuan dalam keberagaman.

Sebagai guru, memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar memberikan pelajaran akademis. Melalui upacara peringatan Lahirnya Pancasila, guru harus bisa mewujudkan nilai-nilai kebangsaan secara konkret kepada anak.

Dengan memakai pakaian adat Nusantara, kita tidak hanya merayakan keberagaman budaya, tetapi juga mengajarkan kepada anak untuk menghargai dan menjaga warisan nenek moyang.

Menanamkan Jiwa Patriotisme dan Nasionalisme


Pendidikan Pancasila tidak sekadar berfokus pada penghafalan butir-butir Pancasila, tetapi lebih pada penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Ini berarti memahami makna dan relevansi nilai-nilai seperti keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan kerakyatan dalam kehidupan sehari-hari.

Foto bersama usai Upacara | Foto: Elma Ainun Zumrodza 

Melalui upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, kita memberikan penghormatan kepada nilai-nilai tersebut, membangun kesadaran akan tanggung jawab kebangsaan, dan mendorong anak-anak untuk menginternalisasi semangat patriotisme dan nasionalisme. 

Mereka diajak untuk mencintai Indonesia bukan hanya sebagai tanah tempat mereka tinggal, tetapi juga sebagai identitas dan warisan yang harus dijaga dan dibela bersama-sama dari berbagai tantangan dan ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Membangun Generasi Bhinneka Tunggal Ika


Indonesia adalah rumah bagi beragam suku, agama, bahasa, dan budaya. Di tengah keberagaman ini, pendidikan Pancasila menjadi fondasi untuk membangun semangat persatuan dan kesatuan. Melalui pengalaman dalam lingkungan pendidikan yang beragam, anak-anak belajar untuk menghargai perbedaan, menjunjung tinggi toleransi, dan memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Bapak Ibu Guru PPPK Kecamatan Kanigoro yang mewakili Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kankab. Blitar | Foto: Siti Zulfatul Istiqomah

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline