Sejak dikabarkan akan dijadikan film. Pasti beberapa dr kita yg udah lama nungguin film ini, lega. "Akhirnya ni film jadi juga"
Terlepas dr pro kontra karakter Minke yg diperankan oleh Iqbaal.
Mari kita langsung bahas ke filmnya saja. Hehe
Resiko memilemkan sebuah buku yg sudah dikenal adl siap untuk dibandingkan.
Buku bumi manusia ini dpt dikatakan bukan buku ttg percintaan "icikiwir" yg hanya terfokus ttg romantisme anak muda yg dg background luar negeri macam menara Eiffel.
Bukan.
Diawal bukunya pun sebenarnya sosok Ann ini belum muncul.
Dan si Minke akan lebih menjelaskan ttg kondisi peradaban di zaman itu.
Sempat terpikir buku Bumi Manusia jk dijadikan sbuah film? Pasti akan banyak alur terpotong"
Dan ternyata benar.
Tapi tak apa.
Bukankah kehidupan itu ttg pilihan?
Dan Hanung memilih untuk memfokuskan diri menceritakan kisah tragis Minke dan Ann.
Dan entah kenapa dg durasi film yang sudah panjaaang.
Saya merasa perbedaan ketika "membaca" dan "menonton" Bumi manusia.
Ada yg berbeda.
Kemarin, saya merasa berlembar2 buku dirasa dibaca terlalu cepat.
Konflik yg ada terasa tiada henti menerpa. Seakan tak ada jeda untuk bernafas. Engap.
Iya gak? Kalian ngerasa gitu gak?
Ya mungkin itu karna perkara durasi.