Lihat ke Halaman Asli

Sirajul Huda

Guru les rumahan

Jika Aku Rindu Ayah

Diperbarui: 12 November 2024   09:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: dokumen pribadi

Jika aku rindu Ayah, aku akan mengenang kisah-kisah paling indah saat bersamanya

Kami pernah duduk bersisian, aku sebelah kiri, ia sebelah kanan. Aku bercerita banyak hal, sedang Ayah hanya menjadi pendengar yang taat

Sesekai ia tersenyum, sesekali ia mengangguk, sesekali ia menggeleng, sesekali Ayah yang pendiam itu mengucapkan kata "ho-oh"

Lantaran tak berhenti ngomong, Ayah menguap dan mengucek matanya, kukira ia memberi isyarat: bagaimana kalau ceritanya kau buat bersambung, duhai buyung.

Ia tak marah, ia tak memotong pembicaraan, ia mengganggapku penting. Ayah lebih memilih menggunakan bahasa tubuhnya, bukan bahasa mulutnya agar aku jeda bicara

Kini, aku tak bisa lagi bercerita dengan lelaki yang santun itu, sebab ia telah pergi meninggalkanku, selamanya.

Air Tawar, Padang, 12 November 2024

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline