Lihat ke Halaman Asli

Dua Problem Pemuda Indonesia

Diperbarui: 7 Desember 2016   23:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber: blog pribadi

Energik, itu adalah suatu kata yang menggambarkan karakteristik pemuda. Mau pemuda di Somalia sampai di Kutub Utara pun sifat tersebut akan selalu tercermin pada dirinya. Pemuda adalah manusia yang penuh dengan visi, inovasi, dan harapan. Namanya saja manusia masa depan, pasti yang sering dibicarakan adalah cita-cita. Berbeda dengan manula yang hanya bercerita reputasinya dimasa lalu, yang barangkali hanya seonggok jagung namun dibalut dengan hiperbolis yang mengada-ada.

Dengan hal-hal diatas, maka Bung Karno berucap, "Beri Aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia!" Mungkin ini ada kata-kata yang mainstream dalam artikel yang mengangkat tema pemuda. Akan tetapi tak bisa dipungkiri, quotes tersebut memang MANTAB JIWA!

Hanya dengan sedikit bait atau pancingan dari orang lain, kata-kata makian pun menjadi-jadi. Ini mencerminkan sifat naif dan mudah terpengaruh yang sudah disebutkan tadi

1. Salah Idola

Berbicara masalah pemuda, tak luput dengan yang namanya permasalahan. Selain sisi positif yang dimilikinya, pemuda juga memiliki sisi negatif yang sangat rawan. Naif dan mudah terpengaruh. Dua sifat tadi cukup membahayakan jika tidak di-manage dan atau malah terjebak dalam fanatisme.

Salah Idola Merupakan satu problem pemuda | toptwitter.com


Semua pemuda pasti punya yang namanya idola. Yang jadi masalah adalah idola seperti apa yang mereka kagumi. Jika itu dapat minginspirasi its okay, no problem. Namun jika malah menjatuhkan moral dan menjurus kepada pergaulan yang tidak semestinya, macam Si Alex dan AwAw? Ini merupakan agen kemunduran bangsa!

Kita sebagai pemuda baiknya selektif dalam memilih idola. Jangan sampai kita rugi dengan plihan kita. Baiknya lagi kita juga bertindak sebagai agen kebaikan, sadarkanlah pemuda-pemuda diluar sana yang masih salah pilih, beri peringatan kepada "Yang diidolakan" agar selalu membuat konten yang membangun, menginspirasi, dan bermanfaat. Bila mereka juga tidak sadar, maka biarkanlah, toh kita sudah ingatkan. Jangan malah kita hujat karya mereka, menebar bait sana sini, share konten mereka namun dengan hujatan. SUDAH BIARKAN SAJA! Jangan buat konten rusak mereka menjadi viral dan meraih kepopuleranini malah akan membuat efek yang tidak baik di masyarakat. Maka biarkan mereka tenggelam dalam arus dunia maya!

2. Tak Berkarya, Khatam Mencaci

Malas Berkarya, hanya mencaci | plamepage.com


Ini juga yang merupakan permasalahan dari pemuda. Memang ada pemuda yang berkarya dan mengharumkan nama Indonesia. Namun, tidak sedikit malah mayoritas pemuda Indonesia belum berkarya apapun untuk bangsa ini. Malahan dari mereka banyak yang mecaci penemuan, karya, aplikasi orang lain.

Hanya dengan sedikit bait atau pancingan dari orang lain, kata-kata makian pun menjadi-jadi. Ini mencerminkan sifat naif dan mudah terpengaruh yang sudah disebutkan tadi. Hinaan dan cacian datang kepada orang lain, padahal yang menghina belum tentu lebih baik daripada yang dihina. MEMALUKAN!

So, mari kita ubah cara pikir kita, lepas dari keburukan kita. Buat prestasi sebanyak-banyaknya jangan hanya ngorok dalam kubangan. Bergerak, Berkaryalah!

Source : http://www.lamozione.com/2016/12/dua-problem-pemuda-indonesia.html




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline