Lihat ke Halaman Asli

Dina Shofira Udiatami

Universitas Sultan Agung Semarang

Maraknya Narkoba di Kalangan Remaja Masa Kini

Diperbarui: 27 Desember 2022   17:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Dina Shofira Udiatami

Mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Dosen pengampu : Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H.

Di era modern ini segala sesuatu bisa didapatkan dengan mudah, baik itu hal yang baik maupun hal yang buruk. Akan tetapi banyak sekali hal yang disalahgunakan oleh remaja saat ini salah satunya adalah beredarnya narkoba. Hal tersebut sudah memasuki pelanggaran yang cukup berat jika dilakukan oleh remaja. Narkoba sendiri merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Narkoba memiliki banyak jenis, baik yang mudah didapatkan maupun yang sulit didapatkan. Demi mencegah maraknya narkoba pihak-pihak berwajib sering melakukan sosialisasi baik di lingkungan masyarakat maupun di sekolah. 

Dilansir dari bnn.go.id (12-08-2019) ada peningkatan dalam penggunaan narkoba dari  24% hingga 28% remaja yang menggunakan narkoba. Hasil tersebut rata-rata yang menggunakan adalah remaja dan anak-anak. Kalangan remaja yang menggunakan narkoba bisa melalui faktor mana saja. Baik hanya sekedar coba-coba, ingin tampil beda dari yang lain, lingkungan yang salah juga bisa menjadi penyebab narkoba bisa sampai di tangan remaja.

Remaja yang menggunakan narkoba lebih rentan digunakan dalam jangka panjang. Hal tersebut juga memiliki efek jangka panjang pula bagi kesehatan penggunanya. Menggunakan narkoba jangka panjang juga dapat mempengaruhi daya ingat, konsentrasi remaja. Sebutan lain dari penggunaan narkoba yakni imun. Hal ini disebabkan karena penggunaan narkoba meningkat di kalangan remaja, yang tadinya hanya sebutir bisa fly, namun jika meningkat 2 sampai 3 butir karena efek kecanduan dari penggunaan narkoba. 

Hal itulah yang membuat para orang tua cemas akan anaknya dalam pergaulannya. Maka itu sosialisasi sangat diperlukan untuk remaja agar narkoba tidak semakin beredar di lingkungan remaja. Dilansir dari bnn.go.id (12-08-2019) penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di tahun 2018 (dari 13 ibukota Provinsi di Indonesia) mencapai diangka 2,29 juta remaja. Kelompok yang rawan menggunakan narkoba adalah mereka yang rentang diusia 15-35 tahun.

Menurut Libertus Jehani dan Antoro (2006) faktor penggunaan narkoba bisa merupakan faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri sendiri sedangkan faktor eksternal berasal dari luar diri pengguna narkoba. Faktor internal sendiri meliputi:

  • Kepribadian
  • Keluarga
  • Ekonomi

Sedangkan faktor eksternal sendiri meliputi:

  • Pergaulan
  • Lingkungan masyarakat

Faktor itulah yang menyebabkan banyaknya remaja yang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Dilansir dari jatimprov.go.id, pada tahun 2021 angka coba pakai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja mencapai 57 persen dari total seluruh penyalahgunaan narkoba. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menguraikan, bahwa 82,4 persen anak berstatus pemakai, 47,1 persen sebagai pengedar , dan 31,4 persen sebagai kurir. Maka dari itu narkoba harus dijauhi oleh remaja maupun umum.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline