Perkembangan bahasa pada anak SD merupakan salah satu aspek perkembangan yang cukup menarik untuk dianalisis serta dibahas oleh semua kalangan terkhusus bagi kami mahasiswa Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru untuk mengamati perkembangan bahasa pada anak sekolah dasar.
Kami dari kelompok tiga yang beranggotan Frizky, Nur Annisa, Shalsabilla, dan Yesha telah melaksanakan observasi dan assesment mengenai perkembangan bahasa pada anak SD untuk memenuhi projek mata kuliah Perkembangan Peserta Didik Sekolah Dasar yang dibimbing oleh ibu Triana Lestari S.Psi., M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru dalam proses pengamatan, assement dan pembuatan media serta simulasi permainan yang sesuai dengan perkembangan bahasa anak sekolah dasar.
Pada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik di Sekolah Dasar ini, dosen kami menerapkan metode pembelajaran secara PjBL atau Project Based Learning. Project Based Learning merupakan sebuah strategi pembelajaran yang mengedepankan sebuah aktivitas atau projek sebagai alat untuk belajar. Di dalam proyek ini, mahasiswa dituntut untuk berpartisipasi dalam aktivitas proyek yang bertujuan untuk mencari tahu hingga memecahkan suatu permasalahan di dalam lingkungan dan masyarakat.
Dalam hal ini kami meneliti mengenai perkembangan bahasa pada anak usia Sekolah Dasar. Studi pemecahan masalah dan kegiatan tugas dapat dilakukan dengan cara beberapa cara seperti melakukan observasi secara langsung ke sekolah, memberikan angket kepada siswa, dan juga melakukan wawancara dengan pihak pihak sekolah yang terkait.
Setelah melalui proses itu, kami selaku peneliti dapat mendapatkan informasi lebih mengenai pokok bahasan yang diteliti sehingga pada hasil akhirnya membuat produk nyata, dalam hal ini kami membuat beberapa media pembelajaran yang bertujuan untuk menstimulasikan kemampuan berbahasa pada anak usia Sekolah Dasar dan mengetahui sejauh mana perkembangan bahasa pada anak usia Sekolah Dasar.
Pada Hari Kamis, 16 Maret 2023 kami melakukan observasi pertama mengenai perkembangan bahasa di SD Negeri SD Negeri jeruk Mipis Jl. Ranca Kasumba, Bojongemas, Kec. Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40376. Observasi yang kami lakukan yaitu kepada siswa/i kelas 4 di SD tersebut. Pada observasi pertama, kami lebih memfokuskan untuk melihat karakteristik perkembangan bahasa anak di SD tersebut, lalu untuk menentukan media apa yang cocok diimplementasikan untuk melihat serta dapat menstimulasi perkembangan bahasa anak SD.
Melihat fenomena berkembangnya zaman dan pesatnya perkembangan teknologi, membuat keadaan lingkungan sekitar juga menjadi berubah. Seperti yang kita ketahui, lingkungan sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan bahasa pada seseorang terutama pada anak usia sekolah dasar, dan akibat dari fenomena di atas tentunya menjadi sebuah ancaman untuk perkembangan bahasa pada anak usia sekolah dasar. Oleh karena itu, kami melakukan observasi ke salah satu sekolah dasar untuk memantau dan memecahkan sebuah masalah dalam hal kebahasaan pada anak sekolah dasar dengan cara melakukan edukasi mengenai kebahasaan melalui media stimulasi.
Kami melakukan observasi selama dua kali, observasi kedua dilaksanakan pada hari Senin, 10 April 2023, yang bertujuan untuk mengimplementasikan media pembelajaran yang sudah kelompok kami rancang dan buat.
Media stimulasi yang cukup efektif pada anak- anak yang kami amati adalah media yang melibatkan aktivitas fisik, dan melibatkan kemajuan teknologi, seperti menayangkan video animasi edukatif RIMBA "Mari Mengenal Bahasa" yang mengandung pembelajaran bahasa, melalui video tersebut anak dapat melihat beberapa percakapan bahasa yang baik dan benar, seperti percakapan yang baik dan benar dengan guru, teman sebaya, dan dengan orang tua, melalui video animasi edukatif tersebut diharapkan anak-anak mampu membedakan penggunaan bahasa sesuai dengan lawan bicaranya dengan bahasa yang baik dan benar.
Setelah menonton video animasi edukatif RIMBA "Mari Mengenal Bahasa" diakhir video terdapat pertanyaan mengenai pembelajaran bahasa untuk mengukur pemahaman anak- anak mengenai bahasa. Setelah menonton dan memahami video edukatif tersebut, anak- anak bermain game yang melibatkan aktivitas fisik serta bahasa tubuh melalui game santai atau pesan berantai, sebuah game berupa kartu yang berisi kegiatan sehari-hari, anak diajak memperagakan apa yang ia baca dari tulisan yang terdapat pada kartu tersebut untuk disampaikan kepada teman berikutnya, lalu teman berikutnya menyampaikan lagi kepada teman yang berada dibelakangnya, game ini terus dilakukan sampai pada teman yang berada di barisan terakhir, lalu barisan terakhir menebak apa yang sedang diperagakan oleh temannya. Dalam pembelajaran ini anak dapat belajar mengenai bahasa tubuh serta dapat melatih kerjasama. Selain itu,sesuai aspeknya, game ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam mengamati atau menyimak sebuah pokok pembicaraan.