Lihat ke Halaman Asli

Shima Claudia

Mahasiswa di salah satu universitas swasta di Jawa Barat

Climate Change (Berkurangnya Sumber Air yang Disebabkan oleh Kemarau Panjang)

Diperbarui: 22 November 2023   11:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto diambil oleh pegawai Kecamatan Simpenan

Perubahan iklim adalah salah satu masalah paling krusial yang dihadapi oleh dunia saat ini. Para ilmuwan telah memperkirakan bahwa pemanasan global akan menyebabkan perubahan iklim yang mengerikan, penurunan, dan peningkatan banjir di pesisir pantai, menghancurkan banyak komunitas dan bahkan negara-negara kecil di permukaan laut jika tidak ada tindakan segera.

Istilah "perubahan iklim" mengacu pada perubahan pola cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang relatif panjang yang telah mendefinisikan iklim lokal, regional, dan global di Bumi. Sejak pertengahan abad ke-20, aktivitas manusia telah menyebabkan terjadinya perubahan iklim, terutama pada saat pembakaran bahan bakar fosil, yang meningkatkan kadar gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer Bumi, akibatnya suhu rata-rata permukaan Bumi meningkat. Selain itu, proses alami yang dikontrol oleh aktivitas manusia juga dapat menyebabkan perubahan iklim, seperti variabilitas internal (pola siklus lautan El Nino, La Nina, dan Osilasi Dekadal Pasifik), serta faktor eksternalnya, salah satunya dari kegiatan gunung berapi.

Adapun salah satu dampak dari perubahan iklim yang dirasakan oleh masyarakat Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi sampai dengan di bulan November tahun ini adalah musim kemarau yang berkepanjangan. Menurut BMKG stasiun klimatologi Jawa Barat memprediksi, kekeringan akan berakhir hingga akhir Oktober-November 2023, sehingga dari musim kemarau tersebut menyebabkan berkurangnya sumber air, yang mana dari berkurangnya sumber air tersebut memicu permasalahan, yaitu terhambatnya kegiatan masyarakat yang membutuhkan air di kehidupan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan kegiatan lainnya yang membutuhkan air.

Adapun tips sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya climate change dari kasus di atas adalah:

  • Menghemat air, artinya menggunakan air sesuai dengan kebutuhan.
  • Menanam pohon di sekitar rumah.
  • Membuat dan memperbanyak resapan air.

Referensi

Negotiating the United Nations Framework Convention on Climate Change. (2015, Desember 16). Diambil kembali dari ADST (Association for Diplomatic Studies and Training): https://adst.org/2015/12/negotiating-the-united-nations-framework-convention-on-climate-change/?gclid=CjwKCAiAgeeqBhBAEiwAoDDhn6k_9mApsXD3MmFiT4UgP4kZasfWdpLGRg6JOFwg21ZOFkbM6GTxVxoC7N8QAvD_BwE

What Is Climate Change? (2023, November 8). Diambil kembali dari GLOBAL CLIMATE CHANGE (Vital Signs of the Planet): https://climate.nasa.gov/what-is-climate-change/#:~:text=Climate%20change%20is%20a%20long,are%20synonymous%20with%20the%20term

Penulis: Shima Claudia




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline