Lihat ke Halaman Asli

Dampak Kesehatan Mental pada Anak Broken Home

Diperbarui: 17 Oktober 2024   09:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Anak dari keluarga broken home seringkali mengalami kesulitan belajar. Tergantung pada pembelajaran dan motivasi belajar, keterbatasan ini dapat membatasi kemajuan belajar dan tidak belajar siswa.Seiring dengan perkembangan kondisi mental, anak mungkin mengembangkan sikap agresif, menjadi menarik diri, atau mengalami kesulitan berinteraksi dengan teman sebayanya.

          Dalam konteks ini, psikologi anak menunjukkan bahwa stabilitas keluarga sangat penting bagi perkembangan mental dan emosional anak. Dukungan dari orang dewasa yang sensitif, seperti guru, dapat membantu anak mengelola emosinya.           

          Pentingnya komunikasi dalam keluarga pasca perpisahan tidak boleh diabaikan demi kesehatan mental anak. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk menghargai emosinya dan memahami situasi yang muncul. Orang tua perlu berbicara dengan tenang dan saling mendukung, meski tidak bersama, agar anak bisa merasa aman.Orang tua dan guru bekerja sama untuk mendukung anak-anak ini. Dengan pendekatan terpadu, anak-anak dari keluarga berantakan dapat menemukan cara untuk mengatasi kesulitan yang mereka hadapi dan mengubah pengalaman negatif menjadi peluang untuk bertumbuh dan belajar lebih baik.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline