Mendidik anak dari kecil ibarat mengukir di atas batu
Anak merupakan amanah dari Allah SWT, dengan demikian semua orang tua berkewajiban untuk mendidik anaknya agar menjadi insan yang salih, berilmu, beriman dan bertaqwa. Hal ini merupakan wujud pertanggungjawaban orang tua terhadap Allah Sang Pencipta.
“Mendidik anak kecil ibarat mengukir di atas batu.” Sabda Rasulullah SAW tersebut sangat tepat untuk mengambarkan pentingnya mendidik anak sedini mungkin. Mendidik anak yang masih kecil membutuhkan kesabaran, harus diulang-ulang. Namun begitu kebiasaan tersebut sudah tercipta, maka akan tertancap kuat, sulit hilang seperti ukiran di atas batu.
Bagi anak, pendidikan yang tepat pada usia dini akan menjadi pondasi keberhasilannya di masa yang akan datang. Pendidikan agama menjadi sebuah kebutuhan bagi anak usia dini untuk membentuk kepribadiannya. Secerdas apapun seorang anak, tanpa memiliki pendidikan agama sebagai landasan hidupnya, maka hidupnya di dunia kurang bermakna.
Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya, serta bisa beramal untuk bekal kehidupan setelah matinya. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sementara ia berangan-angan kepada Allah” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah, dan Al-Hakim).
Bulan Ramadan merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan anak tentang ibadah puasa serta ibadah-ibadah lainnya, seperti salat tarawih, membaca Al Qur’an, sedekah, zakat dan lain-lain.
Sebenarnya sebagai orang beriman, ibadah bisa dilaksanakan kapan saja, tak hanya di bulan Ramadan. Namun karena Ramadan mempunyai banyak keutamaan, maka bulan ini merupakan saat yang tepat untuk menanamkan aqidah pada anak.
Berikut 5 tip memotivasi anak supaya rajin melakukan ibadah di bulan Ramadan.
1. Memberi contoh yang baik
Bagaimanapun cara mengajar terbaik adalah dengan memberi contoh. Anak akan melihat dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Di sini orang tua memegang peranan penting, terutama sang ayah.