Lihat ke Halaman Asli

Itu Hanya Simpati

Diperbarui: 15 Desember 2018   23:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Bulan nan suci penuh khidmat
Para malaikat menghantarkan pujian ke langit
Alunan ayat-ayat suci mengepung dari segala penjuru

Jamuan tadarus berlalu
Selanjutnya mimpi akan mendekapku

Oh tidak!
Kau lantas menghampiri sembari mengadu
Kau bawa luka dan dukamu padaku

Kasihan!
Itu perasaan yang hadir bersama tangisanmu nan pilu
Katamu ini sakit luar biasa
Lelaki yang kau cintai tengah mengukir jejak di wajah polos itu
Miris!
Kau tersakiti, aku simpati dan kita sehati

Waktu berlalu!
Asmarah kita jalin 
Katamu sudah terobati
Mari kita ikat janji suci dengan simpul sehidup semati
Air mata menjadi saksi

Astaga!
Belum lama kita menikmati
Seperti pepatah "kacang lupa kulitnya"
Murahnya kau berkata, itu hanya simpati
Begitu lisanmu dengan rona penuh bahagia
Tak terlintas sedikitpun kau menyakiti

Apa dayaku kini!
Katamu lelaki itu telah kembali
Terlanjur ku telan mesranya asmarah
Terima kasih kau telah menghampiri
Meski ini cukup menyakiti_




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline