Lihat ke Halaman Asli

Misi Apa yang Dilakukan Seorang Guru begitu Mulia ?

Diperbarui: 9 Desember 2024   18:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Menyadari bahwa menjadi guru merupakan tugas yang sangat mulia. Mulia yang penuh dengan tantangan unuk menuju kemuliaan itu. Kita sebagai calon-calon pendidik harus mengubah paradigma bahwa seorang guru tidak bertugas sebagai penyampai informasi saja, tetapi guru juga sebagai seorang fasilitator yang dapat membimbing siswa-siswanya untuk berpikir kritis serta kreatif. Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan pelatihan yang berkelanjutan untuk guru supaya mereka dapat menguasai metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, serta dapat menggunakan teknologi secara efektif. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi guru, kita perlu meningkatkan kesejahteraan guru, pengembangan kurikulum yang lebih relevan, serta penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Kita bisa bekerja sama dengan sesama guru, orang tua, dan tentunya siswa agar dapat terciptanya lingkungan belajar yang efektif dan kondusif.

pendidikan sangat menentukan kemajuan serta mutu bangsa. Kualitas pendidik memengaruhi kualitas bangsa. bangsa yang maju mempunyai pendidik yang baik. oleh karena itu, guru merupakan kunci utama pendidikan yang maju serta berkualitas. bangsa yang lalai terhadap guru, akan sulit maju kaena akan sulit untuk mencetak generasi-generasi yang unggul. 

Sebagai calon seorang guru, saya mendapati bahwa ada banyak tentangan yang harus dihadapi guru, seperti :

  • Kurikulum yang Dinamis

Perubahan kurikulum yang terlalu cepat, membuat kami, sebagai calon guru merasa kesulitan untuk beradaptasi serta mengembangkan materi pembelajaran dan kesulitan dalam menyajikan materi yang efektif kepada siswa.

  • Fasilitas yang Kurang Mencukupi

Banyak sekolah yang kurang akan fasilitasnya, terutama sekolah yang berada di daerah terpencil. Sekolah-sekolah tersebut biasanya belum memiliki laboratorium, ada juga yang memiliki laboratorium tetapi hanya memiliki beberapa alat saja, bahkan kurang akan media pembelajaran yang mendukung pembelajaran Sains. Kurangnya laboratorium yang memadai, menyebabkan praktikum menjadi terbatas. Sehingga siswa kesulitan dalam memahami konsep-konsep Sains secara konkret.

  • Rendahnya Minat Siswa

Minat siswa terhadap pelajaran Sains sangat sedikit. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain materi yang terkesan sulit, metode pembelajaran yang monoton, dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu,, disebabkan juga karena metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif.

  • Beban yang Berat

Guru tidak hanya bertanggung jawab untuk mengajar, namun juga mempunyai tanggung jawab membuat laporan, mengikuti rapat, mengikuti berbagai pelatihan, dan sering terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, bahkan mengikuti kegiatan diluar jam kerja. Sehingga, waktu untuk persiapan mengajar menjadi berkurang.

  • Kualifikasi Guru

Meskipun upaya peningkatan kualifikasi guru telah dilakukan, tetapi tidak semua guru IPA berlatar belakang pendidikan di bidang Sains. Sehingga akan kesulitan dalam menyampaikan materi yang komples drngan benar. 

  • Peran Guru dalam Masyarakat

Guru adalah sebutan yang familiar di sekolah, tidak hanya di sekolah saja, tetapi di lingkungan masyarakat juga. Guru diharapkan menjadi individu yang serba bisa, mulai menjadi pendidik, orang tua, konselor, bakan menjadi siswa.

  • Teknologi Digital

Tidak semua sekolah mempunyai perangkat teknologi dan akses internet yang bagus serta lancar, apalagi pada sekolah-sekolah yang terpencil, pasti akses internet sangat kurang mendukung. Kesenjangan digital yang masih melebar ini, membuat semua siswa tidak mempunyai akses internet yang sama terhadap sumber belajar online, sehingga dapat menghambat proses pembelajaran yang merata.

  • Literasi Digital Guru

Tidak semua guru mempunyai keterampilan yang baik dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan pembelajaran. Apalagi guru yang sudah lama atau guru yang sudah tua,pasti kesulitan dalam menggunakan teknologi di zaman yang serba instan ini.

Guru dituntut untuk bisa melewati tantangan-tangan yang sulit. hal inilah yang menjadikan seorang guru itu mulia. Saya sebagai calon guru merasa terpanggil untuk meberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, tetapi sering dihadapkan oleh berbagai masalah yang menyebabkan semangat saya berkurang.  Saya sebagai calon guru IPA juga ingin menjadiknan pembelajaran IPA yang menyenangkan dan inspiratif, tetapi mengingat keterbatasan alat peraga, serta kurangnya dukungan dari pihak sekolah membuat pembelajaran IPA yang menyenangkan tidak dapat berjalan lancar.  Saya merasa khawatir jika permasalahan yang sedang dihadapi guru tidak segera diatasi, karena dapat menyebabkan minat anak muda terhadap bidang Sains semakin menurun.

Saya berharap, pemerintah dan seluruh stakeholder pendidikan lebih memperhatikan permasalahan yang dihadapi oleh guru. Dengan demikian, guru dapat menjalankan tugas dengan baik, sehingga akan tercetak generasi-generasi muda yang kritis, cerdas, kreatif, inovatif, dan aktif. Dari hasil study literatur, menunjukkan bahwa siswa yang melakukan praktikum cenderung mempunyai pemahaman konsep-konsep IPA yang baik. Negara-negara maju berhasil meningkatkan kualitas pendidikan sains mereka melalui inovasi dan kebijakan-kebijakan yang mendukung seorang "guru".

Nah kalau Negara kita kapan? Mari kita bersama-sama khususnya untuk kalian para calon guru IPA yang akan menghasilkan siswa yang cerdas, kreatif, inovatif untuk memajukan pendidikan di Negara tercinta ini, Negara Indonesia dengan mengedepankan kebijakan-kebijakan yang seharusnya di dapatkan oleh guru. Peran guru sangat penting dalam menumbuhkan minat siswa terhadap sains sejak kecil. Dengan adanya dukungan yang memadai, seperti pelatihan yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan, kita sebagai calon guru IPA akan menciptakan generasi muda yang lebih berdaya saing di era sekarang ini. Dengan pendidikan yang berkualitas akan mencetak generasi-generasi muda yang integritas.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline