Lihat ke Halaman Asli

Dosen Untag Surabaya Meneliti Peningkatan Kapasitas Kelompok Seni Jathilan Dengan Fokus Penafsiran Symbol atau Semiotika

Diperbarui: 7 Desember 2023   16:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar 1. Penari Jathilan (Sumber : untagsby)

Seni jathilan bukan sekedar tarian yang melibatkan musik dan gerakan, tetapi seringkali diiringi dengan aktraksi yang didahului dengan adanya ritual. melihat adanya sesuatu yang kurang di dalam pertunjukan seni tersebut, Tim pengusul perguruan tinggi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melakukan pengabdian masyarakat yang berjudul "Peningkatan Kapasitas Pelaku Seni Jathilan di Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo".

Tim pengusul yang di ketuai oleh Ibu Dona Rahayu Sugiharti, S.S.,M.Hum dan Bramantya Pradipta,S.Hum.,M.Hum , Safira Bella Untari , serta Satrio Wicaksono melakukan pengabdian masyarakat  di desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Awalnya pengabdian ini kami lakukan dari bulan  Agustus sampai bulan Desember pelaporan akhir. Pada tanggal 22 Agustus 2023 tim pengusul rapat koordinasi awal lalu pada tanggal 25 Agustus 2023 survey ke desa plunturan, kecamatan pulung, kabupaten Ponorogo, kemudian pada tanggal 2 September 2023 latihan perancangan kostum dan pada tanggal 9 September 2023 pelatihan tata letak panggung dan penari.

Tim pengabdian dari Untag Surabaya ini menjelaskan bahwa dalam pementasan jathilan, sama seperti pada kelompok seni yang lain yaitu memiliki kostum ketika tampil yang kostum tersebut juga memiliki makna simbolik pada tiap bagian kostum tersebut. Kelompok seni yang ada di Plunturan tersebut memiliki keterbatasan dalam kostum yang dipakai sedangkan kostum tersebut merupakan atribut yang harus ada setiap tampil dalam pentas seni serta adanya kebutuhan untuk dapat berlatih dengan frekuensi lebih intens.

Dari kegiatan yang di laksanakan oleh tim pengabdian dengan kelompok kesenian jathilan memperoleh hasil yang memuaskan yaitu Meningkatnya kemampuan dalam merancang kostum Jathilan. Kelompok diberikan pelatihan dalam memasang dan merancang kostum tari dan Meningkatnya keterampilan dalam pengelolaan tata panggung dan penari.Setiap anggota diberikan pengarahan mengenai tata letak panggung dan tata letak tari.

Gambar 2. Kostum Penari Jathilan (Sumber : untagsby)

Gambar 3. Dekan FIB Untag Surabaya beserta dosen dan warga desa (Sumber : untagsby)




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline