Lihat ke Halaman Asli

Jelang Pilgub, Masyarakat Butuh Pembelajar Politik yang Baik Bukan Dipertontonkan Kebencian

Diperbarui: 5 Oktober 2016   02:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

 Tepatnya pada 17 Februari 2017 mendatang masyarakat Banten diberbagai peloksok berbondong bondong mendatang Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk menentukan pilihanya kepada salah satu bakal pasangan calon gubernur yang diamanatkan oleh rakyat menjadi orang nomor satu ditanah jawara.

Banten merupakan salah satu daerah Indonesia yang menyelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Untuk pilkada kali ini banten diikuti oleh dua pasangan calon yaitu Wahidin Halim berpasangan dengan Andika Hazrumi dan Rano Karno berpasangan dengan Embay Mulyadi Syarif.


Keduanya telah mendaftarkan diri ke KPU dan tengah dilakukan verifikasi persyaratan calon, Sebelum mereka mendaftar, kedua pasangan calon melakukan deklarasi sebagai perkenalan kepada masyatakat, Dari situ lah mulai satu persatu para pendukung mereka mulai merayu warga Banten untuk memilih jagoanya.


Sepanjang pengamatan saya, para pendukung khususnya Tim suskes kedua pasangan calon mulai bermanuver diberbagai media, yang paling ramai dilakukan dimedia sosial khususnya Facebook. Tak sedikit saya memperhatikan keduanya saling serang mencaci, memfitnah dan menebar kebencian satu sama lain.

Mungkin bagi masyarakat kalangan di Banten sudah tidak asing lagi tethadap dua calon, mulai dari Wahidin Halim itu siapa ?, Andika Hazrumi itu siapa ? Rano Karno itu siapa ? Begitu pula Embay. Dari keempat sosok ini tentu masyarakat sudah mengetahui kekurangan dan kelemahanya masing masing. Tapi bagai warga menengah kebawah? Mereka membutuhkan disampaikan pendidikan politik.

Tinggal bagaimana cara timses berpolitik yang santun merebut hati masyarakat dengan cara hormat tentunya, Sangat disayangkan jika saling serang satu sama lain, Gak malu ditonton sama calon pemilih? , Apakah cari itu bisa membuat masyarakat simpati. Yang jelas saat ini menurut hemat saya, masyarakat butuh pendidikan politik dari timses kedua calon terpenting lagi dari pasangan calon.

Bagaimana masyarakat bisa simpati pada jagoannya jika menggunakan cara caranya kasar, ingat masyarakat mulai apatis terhadap pesta demokrasi saat ini. Dengan begitu bisakah tim sukses terutama Calon itu sendiri untuk membangun kepercayaan kepada masyarakat..!

Selemat berkompetisi sehat....!

 




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline