Jepara- pemilu tinggal setahun lagi. Tentu berbagai persiapan sudah dilakukan menjelang pesta rakyat tersebut. Salah satunya adalah melakukan pemadanan NIK bagi calon pemilih.
Tidak ketinggalan, para WBP (Warga Binaan Pemasayarakatan) Rutan Jepara juga akan menggunakan hak pillihnya dalam pemilu mendatang. Untuk bisa menggunakan hak pilihnya para WBP harus memiliki NIK sebagai syarat wajib.
Total ada 70 WBP yang belum memiliki NIK, sehingga perlu dilakukan pemadanan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengetahui NIK para WBP tersebut. Dari 360 WBP yang ada di Rutan Jepara per hari ini, 70 WBP tersebut belum memiliki NIK.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Rutan Jepara, Kamis (02/03). Pemadanan NIK para WBP tersebut dilakukan oleh petugas dari Disdukcapil kabupaten Jepara. Tujuannya untuk memastikan bahwa NIK para WBP Rutan Jepara sudah sesuai dengan yang terdaftar di Disdukcapil, sehingga mereka bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu tahun 2024 nanti.
Kepala Rutan Jepara, Nasihul Hakim memantau langsung kegiatan pemadanan NIK para WBP tersebut. Beliau berharap dengan adanya kegiatan ini para WBP bisa menggunakan hak pilihnya meskipun sedang menjalani masa pidana di dalam penjara.
"Kegiatan pemadanan ini merupakan salah satu syarat untuk bisa mencoblos di pemilu mendatang. Meskipun berstatus tahanan atau narapidana mereka tetap memiliki hak pilih untuk memilih" ujar beliau.
Pihak Rutan Jepara sendiri selalu melakukan pemutakhiran data terkait dengan NIK para WBP yang ada di Rutan Jepara. Seperti melakukan update jumlah narapidana yang keluar masuk dan mewajibkan untuk melampirkan NIK bagi pihak penahan yang akan menitipkan tahanannya di Rutan Jepara. Tujuannya tentu untuk menyiapkan data pemilih menjelang pemilu tahun 2024 nanti.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H