Lihat ke Halaman Asli

Rustian Al Ansori

TERVERIFIKASI

Pernah bekerja sebagai Jurnalis Radio, Humas Pemerintah, Pustakawan dan sekarang menulis di Kompasiana

Pantun di Bawah Sinar Bulan

Diperbarui: 21 Februari 2023   08:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ikustrasi (dokpri)

Sinar bulan terang-benderang
Benderang malam di tengah purnama
Rindu lahir karena dikenang
Lekas bertemu jangan berlama-lama

Sinar bulan jelas kelihatan
Menerangi lebatnya kawasan hutan
Rindu berlama-lama bisa menyakitkan
Hentikan rindu dengan pertemuan

Sinar bulan mengenai kayu
Kayu jati daunnya layu
Bertemu bukan untuk merayu
Tapi melepas rasa sempat terbelenggu

Sinar bulan terhalang awan
Awan mendung bakal hujan
Segera tuntaskan seluruh pekerjaan
Tidak ada lagi belum diselesaikan

Sinar bulan mirip tapal kuda
Kuda hitam berkelamin jantan
Terasa legah beban di dada
Setelah selesai semua urusan

Sinar bulan menerangi lautan
Lautan tenang tanpa gemuruh
Semua tugas bisa diselesaikan
Asalkan dikerjakan sungguh-sungguh

Sinar bulan menerangi jalan
jalan lurus tidak tersesat
Jadikan niat menjadi permulaan
Ada tekad makna tersirat

Sungailiat, 21 Februari 2023

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline