Lihat ke Halaman Asli

Ronny Rachman Noor

TERVERIFIKASI

Geneticist

Jumlah Sperma Terjun Bebas, Lampu Merah bagi Kaum Adam

Diperbarui: 18 April 2021   11:29

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jumlah sperma menurun drastis dalam kurun 40 tahun terakhir Sumber: ccrmivf.com

Kaum Adam memang harusnya khawatir dengan hasil temuan terbaru yang menyangkut fenomena penurunan jumlah sperma yang sangat drastis yang terjadi 40 tahun terakhir ini.

Sebagai contoh para pria barat mengalami penurunan jumlah sperma sebesar 50% dan jika tidak ada tindakan yang memadai maka diperkirakan pada tahun 2060 kapasistas reproduksi pria akan berada di titik nadir.

Kecenderungan penurunan jumlah sperma ini memang sangat mengkhawatirkan jika terus berlanjut seperti yang terjadi pada kurun wantu 40 tahun ini dan bukan tidak mungkin suatu saat nanti kelangkaan dapat saja terjadi karena terganggunya reproduksi manusia secara masal  sehingga sulit untuk bereproduksi.

Hasil penelitian ini memang sangat rasional karena jika dilihat dari data yang ada saat ini terjadi banyak sekali abnormalitas reproduksi dan juga penuruan tingkat kesuburan.

Salah satu penyebab yang ditengarai berperan besar pada penuruan jumlah sperma ini adalah  bahan bahan kimia yang kita gunakan sehari hari  dan secara konstan  tanpa disadari mempengaruhi reproduksi.

Fenomena penurunan jumlah sperma ini memang sudah terjadi di era tahun 1990 an dan menjadi tanda tanya besar mengapa hal ini terjadi ?

Di tahun 2017 hasil penelitian berhasil mengungkapkan bahwa pada pria barat jumlah sprema menurun 50-60% pada kurun waktu 1973-2011.

Data ini menunjukkan bahwa pada kurun waktu tersebut terjadi penuruan jumlah sperma 1-2% setiap tahunnya.

Fenomena penurunan jumlah sperma  ini memang sangat mengkhawatirkan karena menurunnya  jumlah sperma berarti menurunkan juga peluang memperoleh keturunan.

Jika fenomena seperti ini terus berlanjut maka generasi cucu kita jumlah sperma nya akan berada di bawah standar untuk memungkinkan dapat membuahi sel telur sehingga akan kesulitan memiliki keturunan.

Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah fenomena penurunan jumlah sperma  ini disertasi dengan meningkatnya kejadian keguguran dan abnormalitas perkembangan janin seperti penis yang kecil, testis yang tidak menurun  ke kantong testis dan juga meningkatkan kejadian intersex yang ditandai  dengan ciri seksual laki laki dan wanita muncul bersamaan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline