Lihat ke Halaman Asli

Ronny Rachman Noor

TERVERIFIKASI

Geneticist

Perang Dagang Global Semakin Nyata, Trump Tersenyum Menikmatinya

Diperbarui: 9 Mei 2019   16:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: Nikkei Asian Review

Dengan alasan Tiongkok melanggar kesepakatan yang sedang dinegosiasikan, Presiden Trump kembali menebar ancamannya, yaitu akan menggandakan tarif  sebesar US  $200 milyar  terhadap produk Tiongkok  pada hari Jumat mendatang.

Sebenarkan pertemuan kedua negara ini dalam menyelesaikan ketidaksepahaman dalam urusan dagang akan dilaksanakan pada hari kamis mendatang.  Namun ancaman Trump ini membuat suasana makin tegang dan ada kemungkinan pertemuan mendatang sudah tidak ada gunanya lagi.

Sebagai respon terhadap ancaman Trump ini, Tiongkok akan membalas tindakan Trump ini dengan langkah setimpal.  Tidak hanya sampai pada tahap membalas saja namun  dari berbagai informasi yang didapat  bahwa Tiongkok akan membatalkan hampir semua perjanjian dagangnya dengan Amerika sebagai tindakan balasannya.

Tindakan Trump dengan dalih meminta keadilan karena ekonomi Amerika selama ini dimanfaatkan oleh negara lain sehingga menimbulkan keterpurukan di dalam negeri ini tidak saja terkait dengan Tiongkok saja namun juga dengan negeri lain.

Tidak dapat dipungkiri memang defisit dagang antara Amerika dengan Tiongkok pada tahun 2018 saja telah mencapai US$419 milyar

Sebut saja dengan Kanada hubungan dagangnya dengan Amerika memanas dengan langkah Kanada menerapkan tarif sebesar US$12,6 milyar atas barang barang dari Amerika.  Sementara ini Uni Eropa juga mengambil tindakan yang sama dengan menerapkan tarif sebesar 25% terhadap produk amerika senilai US$2,8 milyar.

Keagresifan Amerika dalam perang dagang ini juga menimpa Jepang.  Kedua negeri ini masih bernegosiasi sebelum perang dagang terbuka dan pecah. Pemerintahan Mexiko juga menerapkan tarif sebesar 25% atas barang Amerika seperti baja, babi, apel, kentang dan keju.

Pemerintah Turki telah memutuskan untuk meningkatkan tarif sebesar 300% terhadap barang barang Amerika sementara Amerika membalasnya dengan menerapkan tarif sebesar 200% terhadap barang barang Turki seperti baja dan aluminum.

Sementara pemerintah India sedang mengambil ancang ancang menaikkan tarif impornya seperti almond dll. Perlu dicatat bahwa India merupakan pasar kacang almond terbesar Amerika.

Tindakan Amerika yang merusak tatatan hubungan dagang yang selama ini memang telah menguncang dunia. Bank dunia bahkan mewanti wanti bahwa jika perang dagang ini tidak terkendali, maka dunia akan memasuki era  krisis ekonomi  baru.

Sisuasi Stock Market sejak perang dagang Amerika Tiongkok. Sumber: Bloomberg

Hal ini cukup beralasan karena berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Bloomberg pertumbuhan stock marker periode  2018-2019 di Hang Seng dan  Shanghai Composite sudah negatif, demikian juga dengan Dow Jones yang sempat menuurn tajam  walaupun tidak separah kedua pasar ini.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline