Lihat ke Halaman Asli

Ronny Rachman Noor

TERVERIFIKASI

Geneticist

Mengikhtiarkan Panjang Umur

Diperbarui: 17 Oktober 2017   11:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: drharmonylabs.com

Jika dilakukan survey tentunya sebagian besar orang ingin panjang umur dan sehat.  Namun tidak semua orang mengetahui bahwa harapan hidup  itu sudah tertulis dalam blueprint genetik kita dan tidak semua orang juga tau bahwa pendidikan dan gaya hidup sangat mempengaruhi kerja gen ini.

Temuan terkait dengan gen gen yang berpengaruh langsung terhadap harapan hidup manusia memang sangat menarik untuk dibahas.

Hasil penelitian terbaru  terkait bagaimana gaya hidup dan pendidikan mempengaruhi usia orang yang dipublikasikan di Nature Communication  memang sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut karena beberapa kesimpulan ditarik  berdasarkan pengamatan data yang cukup besar yaitu mencapai 600.000 orang akan  terkait dengan cara bagaimana mengikhtiarkan panjang umur.

Harapan hidup seseorang   ternyata berkorelasi positif  erat dengan jenjang pendidikan dan  keterbukaan terhadap pengalaman baru, tidak merokok dan tingkat kolesterol yang normal. Sebaliknya terdapat juga  faktor yang berperan dalam memperpendek harapan hidup  yaitu kerentanan terhadap penyakit arteri koroner atau yang dikenal dengan coronary artery disease (CAD),kebiasaan merokok, kanker paru, diabetes dan tingkat lemak tubuh yang tinggi.

Hasil penelitian ini menjadi sangat menarik karena para peneliti berhasil mengkonvesikan faktor faktor yang berpengaruh pada harapan hidup ke dalam hitungan tahun usia. Sebagai contoh menempuh pendidikan selama 1 tahun akan menambah usia selama 11 bulan, sebaliknya penambahan setiap 1 kg bobot badan di atas bobot badan normal akan memperpendek usia selama 2 bulan.

Hasil penelitian ini juga memberikan peringatan bagi para perokok karena kebiasaan merokok 1 bungkus setiap harinya rata rata akan memperpendek usia selama 7 tahun.  Namun sebaliknya menjadi berita gembira bagi orang yang berhenti merokok karena bagi perokok yang sudah tidak merokok lagi harapan hidupnya akan dapat menyamai orang yang tidak pernah merokok.

Gaya hidup memang berpengaruh pada DNA kita  yang pada akhirnya akan mepengaruhi usia seseorang.  Faktor lingkungan yang telah dibuktikan berpengaruh terhadap kerusakan DNA adalah kebiasaan mengkonsumsi alkohol.

Tidak dapat disanggah lagi bahwa kebiasaan merokok dan sifat hal yang berasosiasi dengan kanker paru paru merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam memperpendek usia seseorang. Disamping itu lemak tubuh dan faktor yang berasosiasi dengan diabetes juga berpengaruh negatif terhadap harapan hidup seseorang.

Hipotesis bahwa harapan hidup  seseorang dikontrol oleh gen tertentu memang telah berhasil dibuktikan.  Penelitian ini berhasil memperkaya penelitian sebalumnya karena berhasil menemukan 2 gen baru yang terkait dengan usia.

Gen pertama yang baru  ditemukan adalah gen yang mempengaruhi kadar kolesterol  yang berdampak pada pengurangan harapan hidup  selama sekitar 8 bulan dan gen kedua yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang menambah usia sekitar 6 bulan harapan hidup.

Sebagai orang yang beragama kita tentunya mengetahui bahwa usia itu merupakan bagian dari rahasia Allah SWT, namun berusaha untuk hidup sehat agar dapat panjang umur juga dianjurkan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline