Lihat ke Halaman Asli

Rozzy Ahmad

Guru SMK

Pembelajaran dengan Pendekatan Kesadaran Sosio-Emosional

Diperbarui: 20 Juni 2023   12:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Pembelajaran dengan memasukkan unsure KSE merupakan bentuk implementasi pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan manusia merdeka sehingga pendidikan harus berpihak pada murid agar anak selamat dan bahagia baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Sebelum mempelajari modul ini saya berpikir pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan proses pembelajaran yang pernah saya pelajari baik metode maupun strategi. Apersepsi yang saya lakukan untuk mengaitkan materi yang akan saya berikan dengan materi yang sudah dimiliki oleh. Memberikan penyegaran pada anak melalui ice breaking untuk mengembalikan kesegaran kefokusan siswa pada proses pembelajaran. Namun, setelah mempelajari modul ini, ternyata apa yang sudah saya lakukan diperlukaaan suatu perencanaan dan tindakan yang harus dilakukan baik secara eksplisit maupun terintegrasi dengan pelajaran yang saya ampu.

Upaya pemenuhi kebutuhan murid diantaranya adalah melakukan pembelajaran berdiferensiasi dan penyesuaian kondisi social dan emosional murid. Konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL (Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning) yang bertujuan untuk mengembangkan 5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) yaitu: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.Yang kedua adalah tentang pemahaman konsep kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5 Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) serta bagaimana mengimplementasikan pembelajaran sosial emosional di kelas dan sekolah melalui 4 indikator, yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah.

Perubahan yang saya terapkan di kelas pada Murid saya dengan membiasakan maindfullness pada setiap awal pembelajaran dengan mengenalkan emosi pada anak, dengan pembiasaan ini diharapkan anak dapat mengenali dirinya dan mengelola asset-aset yang ada didirinya sehingga memiliki kesiapan dalam belajar. Disamping itu juga menerapkan 5 KSE baik pada pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dengan melibatkan siswa dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan.Dengan penerapan tersebut anak mencapai well-being sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline