Lihat ke Halaman Asli

Rofinus D Kaleka

TERVERIFIKASI

Orang Sumba. Nusa Sandalwood. Salah 1 dari 33 Pulau Terindah di Dunia. Dinobatkan oleh Majalah Focus Jerman 2018

Paskah, Momentum Refleksi untuk Memperbarui Kehidupan Rohani Kita

Diperbarui: 1 April 2018   09:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

victorynews.id

Malam ini, Sabtu 31 Maret 2018, adalah Malam Paskah. Esok, Minggu 1 April 2018, adalah Hari Paskah.

Seluruh umat Kristen atau Kristiani di seluruh dunia merayakannya dengan penuh suka cita. Bersorak-sorak gembira mengumandangkan lagu-lagu pujian. Alleluya ...  alleluya ... alleluya ... !

Memang Paskah harus disambut dan dirayakan dengan penuh suka cita. Karena Paskah adalah puncak karya penyelamatan Allah. Wujud cinta dan kasih setia Allah kepada umat manusia. Allah membebaskan umat manusia  dari belenggu Dosa. Sesuai janji keselamatan dari Allah sendiri.

Allah sendiri sungguh membuktikan cinta setiaNya kepada umat manusia, makhluk ciptaanNya. Tidak tanggung-tanggung lagi. Mengorbankan diriNya sendiri, melalui Yesus Kristus, putraNya, yang sesungguhnya adalah diriNya sendiri yang menjelma menjadi manusia biasa.

Umat manusia, yang dibebaskanNya dari belenggu Dosa, selalu memanfaatkan akal budi dan kebebasan yang diberikan oleh Allah, untuk selalu tidak setia kepadaNya. Senang berkubang dalam kolam lumpur Dosa.

Namun Allah tidak pernah meninggalkannya. Allah selalu menyapa dengan roh kudus kebapaanNya. Tidak pernah menutup pintu tobat bagi umat manusia yang ikhlas ingin bertobat. Bersembah sujud memohon pengampunan untuk kembali menuju jalan kebenaran sejati sesuai standar Allah sendiri.

Hari Paskah yang dirayakan setiap tahun, sebagai puncak dari karya penyelamatan Allah, sesungguhnya adalah momentum refleksi iman yang sangat relevan bagi kita, khususnya umat Kristiani, untuk selalu memperbaharui kehidupan rohani kita. Memohon ampun atas kesalahan dan dosa kita kepada Allah. Memohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kita kepada sesama dan keluarga kita sendiri. Dan mengampuni kesalahan dan kekhilafan sesama dan keluarga kita terhadap diri kita sendiri.

Bila kita mampu memperbarui kehidupan rohani kita dengan ikhlas, maka kita telah menjadi manusia baru. Raga memang tetap lama, namun cara dan praksis hidup kita yang baru. Dengan demikian, maka pantaslah kita Merayakan Hari Paskah dengan Penuh Suka Cita, Damai dan Bahagia.

Selamat Merayakan Paskah bagi Umat Kristiani di Seluruh Dunia. ***

Rofinus D Kaleka *)

Tambolaka, Malam 21.59 Wita, 31 Maret 2018




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline