Lihat ke Halaman Asli

Rizka Mulia

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi Pendidikan Ekonomi.

Mahasiswa PMM2 UPI Kunjungi Taman Hutan Raya Bandung

Diperbarui: 4 Desember 2022   00:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri 

Pada hari Minggu, 27 November 2022 sebanyak sembilan puluh dua orang Mahasiswa Pertukaran Universitas Pendidikan Indonesia mengikuti kegiatan Modul Nusantara ke Taman Hutan Raya Bandung. Yang di dampingi langsung oleh kakak mentor masing -- masing. Terdiri dari 5 kelompok Modul Nusantara . Dari 5 kelompok Modul Nusantara ini kami di gabung kemudian di jadikan 3 kelompok, dan setiap kelompok di beri satu pemandu untuk menjelaskan sejarah - sejarah dari beberapa tempat yang ada di Taman Hutan Raya Bandung ini.

dokpri 

Tempat pertama yang kami tuju yaitu Goa Jepang. Di sana kami bisa melihat langsung Bangunan dan beberapa ruangan yang terdapat dalam Goa tersebut, dan sebelum memasuki Goa tersebut kami di anjurkan untuk membawa senter atau sejenisnya untuk penerangan,  jika tidak ada bisa di sewa di depan pintu masuk Goa tersebut. Sewa senternya 5000 rupiah. Selama menelusuri setiap ruangan yang ada di Goa tersebut, bapak pemandu selalu menjelaskan dengan jelas tentang sejarah sejarahnya. Keseluruhan luas Goa yang ada di Taman Hutan Raya ini lebih kurang seluas 500 hertar.

dokpri 

Setelah selesai menelusuri Goa Jepang, selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menuju ke tempat Goa Belanda. Sepanjang perjalanan menuju ke Goa Belanda, kami banyak menjumpai monyet monyet dan juga banyaknya penjual, dri penjual makanan, penjual buah-buahan, dan lainya. Dan terdapat juga tempat-tempat berfoto yang bagus. Sesampainya di Goa Belanda ini terdapat beberapa perbedaan baik dari segi bangunan Goanya dan lainya. Dan di Goa Belanda ini terdapat rel kereta api sedangkan di Goa Jepang sebelumnya tidak ada. Pembangunan Goa ini selama 3 tahun baik itu Goa Belanda dan Goa Jepang sama sama menghabiskan waktu pembangunannya selama 3 tahun dan setelah itu tidak di bangun lagi sampai sekarang ini.

dokpri 

dokpri 

Setelah menelusuri Goa -- goa tersebut, kami juga mengunjungi tempat penangkaran Rusa. Jarak dari Goa Belanda ke tempat penangkaran Rusa lumayan jauh, dimana kami harus kesana dengan berjalan kaki ditambah lagi dengan cuaca yang kurang mendukung karena hujan. Alhamdulillah sebagian dari kami tetap bisa sampai ke tempat penangkaran Rusa meskipun sebagian lagi tidak ikut ke sana, karena ada yang sudah lelah berjalan kejauhan dan ada juga yang sudah kedinginan.

Sesampainya di penangkaran Rusa kami duduk-duduk sebentar sembari menunggu hujan reda dan ditemani dengan gorengan yang di jual oleh teteh teteh di sekitaran penangkaran Rusa tersebut. Setelah hujan sedikit reda kami membeli satu keranjang kecil wortel untuk bisa memberi makan rusa tersebut secara langsung dan sangat dekat jaraknya. Sembari memgbil gambar dan Vidio yang bagus.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline