Lihat ke Halaman Asli

Saatnya Generasi Emas Kolombia Mengulang Prestasi Tahun 2001

Diperbarui: 8 Juni 2016   14:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Timnas Kolombia (Sumber http://www.sportevai.it)

Prestasi Timnas Kolombia di ajang Internasional menunjukkan grafik yang fluktuatif, cenderung inkonsisten. Praktis mereka mengalami penurunan yang sangat signifikan, pada kurun waktu 2002 hingga 2010 Timnas Kolombia tak sekalipun lolos ke Piala Dunia. Jika kita hitung dari terakhir mereka berpartisipasi pada tahun 1998 di Prancis hingga mereka kembali berpartisipasi pada tahun 2014 di Brasil, maka genap 16 tahun Kolombia absen dari gelaran sepak bola paling akbar sejagat.

Untuk gelaran Copa America sendiri pada dasarnya prestasi Kolombia tidaklah terlalu buruk. Mereka sempat menjuarai turnamen ini pada tahun 2001 yang diadakan di kandang mereka sendiri. Setelahnya Kolombia lebih sering menjadi pemanis gelaran kompetesi terbesar di Benua Amerika ini. Pada gelaran selanjutnya pada tahun 2004 Kolombia berhasil menjadi semifinalis, bukan prestasi yang buruk mengingat kapasitas peserta turnamen ini memang diikuti oleh tim-tim besar Amerika Latin yang selalu menghasilkan pemain-pemain berbakat. Namun pada tiga gelaran selanjutnya pada tahun 2007, 2011 dan 2015 mereka hanya sampai lolos dari penyisihan grup dan selalu tersingkir pada babak gugur.

Akan tetapi partisipasi Kolombia di gelaran Copa America Centenario kali ini seharusnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Kolombia sudah sepatutnnya diperhitungkan kembali sebagai kandidat juara. Meski hanya sekali menjuarai kompetesi ini, namun saat ini Kolombia merupakan salah satu tim kuat. Tim yang dijuluki La Tricolor saat ini dihuni oleh generasi emas yang hampir merata di setiap lini. Kehebatan tim ini pun diakui eksistensinya dengan keberadaan para pemain mereka yang membela klub-klub besar di Eropa. Lagipula saat ini mereka menduduki peringkat ketiga dalam rangking FIFA.

Pada barisan belakang, Kolombia memiliki pemain-pemain kelas dunia. Kolombia memiliki David Ospina yang bersinar terang saat gelaran piala dunia 2014 hingga klub besar liga Inggris merekrutnya, Arsenal. Meski belakangan ia digusur oleh Peter Cech, tidak ada yang meragukan kualitas seorang David Ospina sebagai penjaga gawang. Masih berusia 28 tahun dan sudah banyak pengalaman di level senior menjadikan jaminan aman untuk gawang Kolombia terbebas dari gol-gol lawan.

Di depan David Ospina, ia dilindungi oleh pemain belakang handal. Kolombia memiliki Cristian Zapata yang membela AC Milan, Bek tengah tangguh yang memiliki tinggi 187 cm. Kehandalannya dalam menjaga pertahanan sudah tidak diragukan lagi. Ia akan berduet dengan Jeison Murillo, yang membela rival dalam saku kota, Inter Milan. Sama dengan Zapata, Jeison Murillo sangat piawai dalam menjaga pertahanan. Selain itu Kolombia juga memili bek sayap yang berkualitas seperti Santiago Arias yang bermain untuk PSV Eindhoven.

Barangkali yang agak disayangkan adalah absennya salah satu bek andalan yaitu Pablo Armero. Pemain ini memiliki lebih dari 60 Caps bersama Kolombia namun ternyata pemain berusia 29 tahun itu tidak disertakan dalam tim oleh Jose Pekerman. Meskipun ia absen, dengan adanya pemain berkualitas lainnya rasanya absennya Armero tidak mengurangi kekuatan Kolombia.

Lini tengah merupakan kekuatan utama Kolombia. Kolombia dianugerahi gelandang dan sayap dengan kemampuan mumpuni serta membela klub besar yang sudah pasti menunjukkan seberapa hebat kualitas mereka. Kehadiran James Rodrigues jelas sebuah keuntungan besar. Gelandang serang yang memiliki skill individu dan naluri mencetak gol tinggi itu merupakan pemegang sepatu emas Piala Dunia 2014. Hal itulah yang kemudian membuat Real Madrid merekrutnya dengan harga yang sangat fantastis.

Selain itu, sektor kanan akan menjadi tumpuan utama bagi kolombia. Kehadiran pemain Chelsea yang sedang dipinjamkan ke Juventus, Juan Cuadrado, yang memiliki pergerakan lincah serta kecepatan yang luar biasa sudah pasti akan menjadi sumber serangan guna menghadirkan gol-gol untuk kemenangan Kolombia. Kehadian James dan Cuadrado sudah pasti akan meningkatkan kualitas permainan Kolombia di lini tengah.

Untuk lini depan, Kolombia tidak diperkuat dua striker handal yang selama ini biasa diandalkan menjadi pendulang gol yaitu Radamel Falcao dan Jackson Martines. Belakangan Falcao gagal membuktikan sinarnya di Chelsea, meneruskan kegagalannya di Manchester United. Adapun Jackson Martines yang selama tiga periode menjadi pendulang gol di FC Porto sempat gagal membuktikan kualitasnya di Atletico Madrid dan kini membela Guangzhou Evergrande di Liga China. Ia pun tidak dimasukkan ke dalam skuad oleh Jose Pekerman.

Namun hal itu jelas tidak akan mengurangi sektor penyerangan Kolombia. Nama-nama besar yang membela klub besar Eropa siap membuktikan kualitasnya untuk negaranya. Kehadiran Carlos Bacca yang membela AC Milan tentu merupakan jaminan kualitas sebagai seorang penyerang. Ia merupakan penyerang yang sangat aktif bergerak dan memiliki naluri mencetak gol diatas rata-rata. Saat ini merupakan pencetak gol terbanyak klubnya. Ia merupakan pahlawan bagi klub Los Rojiblancos, Sevilla. Ia berhasil memberikan dua gelar trofi Europa League bagi klub tersebut. Hal itulah yang membuat AC Milan yang memiliki tradisi mempunyai penyerang handal merekrutnya.

Sudah saatnya bagi Carlos Bacca untuk membuktikan kualitas dirinya dan menghilangkan sinar Falcao dan Martines yang selama menjadi nama besar bagi Kolombia. Apalagi pada Piala Dunia 2014 ia hanya menjadi pemain pelapis.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline