Lihat ke Halaman Asli

Pilkada dan Literasi Digital: Membangun Kompetensi, Bukan Sekedar Fasilitas

Diperbarui: 27 November 2024   20:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber :lampung.tribunnews.com

Era digital telah merambah kesemua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Namun, apakah semua sekolah, terutama di daerah, sudah siap menghadapi perubahan ini ?

Era digital bukan hanya soal perangkat dan akses internet, melainkan era yang menuntut kemampuan baru dalam menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab. Pilkada menjadi momen penting untuk memilih pemimpin yang mampu mendukung pendidikan berbasis digital, bukan sekadar pengadaan fasilitas fisik.

Sayangnya, banyak yang masih memandang literasi digital sebatas menyediakan perangkat. Padahal, literasi digital mencakup kemampuan mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis serta berinteraksi secara aman di dunia maya.

Tantangan Literasi Digital di Daerah

Tantangan terbesar literasi digital di daerah meliputi :

Kesenjangan Fasilitas

Sekolah di kota memiliki akses lebih baik ke perangkat dan internet dibandingkan sekolah di desa. Hal ini membuat siswa di daerah tertinggal dalam memanfaatkan teknologi untuk belajar.

Guru Kurang Terlatih

Banyak guru di daerah belum memanfaatkan pelatihan yang memadai dalam penggunaan teknologi. Padahal, mereka adalah kunci utama dalam membangun kompetensi digital siswa.


Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline