Lihat ke Halaman Asli

Rismaya Pramesti Dewi

Mahasiswa Kimia

Role Playing: Cara Unik Meningkatkan Literasi Baca Tulis bagi Anak

Diperbarui: 6 Oktober 2021   05:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Tantangan pada abad ke-21 menuntut manusia untuk memiliki berbagai keterampilan. Keterampilan-keterampilan tersebut merupakan modal yang sangat penting agar dapat berkiprah dan bersaing di tengah globalisasi abad ke-21. 

Salah satu keterampilan tersebut adalah literasi. Literasi merupakan kemampuan suatu individu dalam membaca, menulis, menghitung, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu jenis literasi yang menjadi pondasi untuk literasi lainnya, yaitu literasi baca tulis. Literasi baca tulis mencakup pengetahuan dan kecakapan untuk membaca dan menulis agar dapat menganalisis dan memecahkan permasalahan sehari-hari. Selain itu, literasi baca tulis juga berkaitan dengan komunikasi sosial suatu individu dengan masyarakat.

Pengertian tersebut sudah menunjukkan betapa pentingnya literasi baca tulis. Beberapa siswa sekolah dasar yang saya amati, kurang suka membaca buku atau hal-hal bermanfaat lainnya. Mereka lebih suka bermain video game ataupun bermain bersama teman-temannya. 

Kegiatan membaca dan menulis telah dianggap sebagai suatu hal yang membosankan dan menghabiskan banyak waktu, tidak hanya bagi siswa sekolah dasar saja. Hal itu dapat dipahami akibat anggapan bahwa sumber bacaan hanya penuh dengan tulisan serta belum diketahuinya media penyampaian atau teknik yang interaktif. Sedangkan seperti yang kita ketahui bahwa visualisasi dengan gambar-gambar dapat lebih menarik perhatian.

Oleh karena itu, diperlukan suatu teknik yang unik untuk meningkatkan literasi baca tulis bagi siswa sekolah dasar. Salah satunya adalah role playing, suatu kegiatan bermain peran. Pada kegiatan ini, siswa akan memerankan suatu peran tertentu yang ceritanya  sudah dikemas dan disesuaikan dengan anak sekolah dasar. Lalu bagaimana role playing dapat meningkatkan literasi baca tulis pada siswa? Berikut tahapannya:

  • Guru memberikan beberapa cerita yang sesuai untuk kategori anak sekolah dasar. Cerita tersebut disajikan dengan tambahan gambar-gambar yang memvisualisasikan cerita, tetapi cerita hanya berupa narasi tanpa percakapan.
  • Siswa kemudian ditugaskan untuk membaca cerita-cerita tersebut, memilih cerita, dan menulis satu cerita baru yang idenya didasarkan pada cerita tersebut. Dalam hal ini, siswa harus membuat percakapan dari cerita yang telah dipilihnya.
  • Setelah itu, siswa berlatih untuk memainkan peran yang ada dalam cerita.
  • Pertunjukan peran tersebut kemudian ditampilkan di depan kelas dan diapresiasi baik oleh guru maupun teman-temannya.

Tahapan kegiatan tersebut memuat kegiatan literasi baca tulis di dalamnya sehingga mampu menyajikan cara lain yang berbeda untuk melakukan kegiatan literasi baca tulis. Selain itu, siswa juga mendapatkan keterampilan memahami suatu cerita dan menuliskan dialog cerita. 

Dalam peningkatan minat literasi dengan role playing dapat diseleksi juara untuk memacu semangat para siswa.Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat literasi baca tulis bagi siswa sekolah dasar.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline