Lihat ke Halaman Asli

Rifan Bilaldi

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI. Pendidikan adalah gerbang harapan dan bahasa adalah kunci pendidikan. Kita harus menjunjung tinggi pendidikan, pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia

Mengenal Xenoglosia dan Xenoglosofilia, Penyakit Kebahasaan Indonesia

Diperbarui: 5 Agustus 2020   12:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: diolah dari getty images

Penyakit dalam KBBI merupakan suatu hal yang menyebabkan sebuah terjadinya gangguan pada makhluk hidup. Namun, penyakit tidak hanya dialami, dirasakan, dan menyerang makhluk hidup saja. 

Penyakit memiliki definisi yang sangat luas, sama halnya dengan bahasa, sama-sama memiliki keluasan. Penyakit dalam definisi kiasan memiliki arti kebiasaan yang buruk; sesuatu yang mendatangkan keburukan.

Dengan demikian, bahwa penyakit bukan hanya dialami dengan makhluk hidup yang berupa merusak organ tubuh, tetapi selama sesuatu hal yang mengakibatkan terjadinya gangguan, mendatangkan keburukan, dan suatu kebiasaan buruk, ialah disebut penyakit.

Apakah benar kebahasaan Indonesia mengidap penyakit atau diserang penyakit? Apa bisa? Pertanyaan-pertanyaan hal tersebut akan saya jawab dalam pembahasan ini. 

Kita mungkin terlalu sibuk dengan aktivitas kita sehari-hari, tidak memikirkan perihal kebahasaan Indonesia, entah sedang memiliki penyakit, masalah, atau sebagainya, yang penting kita bisa berbahasa Indonesia sudah cukup. Maka kita tidak tahu bahwa kebahasaan Indonesia saat sedang mengidap penyakit.

Memang kebahasaan Indonesia mengidap penyakit apa? sebahaya apa? berpengaruh apa? seserius apa? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan penasaran yang dilontarkan dari masyarakat tentang kebahasaan Indonesia. 

Penyakit ini sudah lama dialami kebahasaan Indonesia, sangat berpengaruh bagi identitas bangsa karena berbahaya, sehingga hal ini sangat serius dan harus ditangani.

Penyakit yang dialami oleh kebahasaan Indonesia, yaitu xenoglosia dan xenoglosofilia. Kebahasaan Indonesia mengalami atau mengidap dua penyakit sekaligus dan hal ini sudah lama dialaminya, sehingga hal ini dapat menghambat perkembangaan dan kemajuan bahasa Indonesia.

Xenoglosia itu merupakan padanan yang memiliki arti dari tatanan psikologi, yang berarti memahami atau menggunakan bahasa yang tidak pernah diajari atau dipelajari sebelumnya. Hal ini bisa dikatakan dengan kelainan berbahasa. 

Mungkin pembaca pernah mendengarnya? Atau pernah menggunakannya? Kalian pernah mendengar penggunaan bahasa "G"? Kalau kalian pernah mendengarnya atau menggunakannya, pasti kalian tahu. 

Bagi pembaca yang belum tahu, bahasa G itu adalah bahasa yang menyisipkan bunyi (huruf) "G" ke dalam setiap unsur kata, sehingga kata dalam kalimat tersebut menjadi tidak sempurna dan tidak bermakna.

Penyakit yang satunya lagi, yaitu xenoglosofilia. Xenoglosofilia juga merupakan satu keluarga dengan xenoglosia. Namun, xenoglosofilia ini suatu keadaan di mana seseorang menggunakan bahasa Indonesia dengan memadukannya atau menyisipkannya dengan bahasa Inggris dan terkadang lebih mengutamakan bahasa Inggris atau disebut dengan (sok Inggris/nginggris).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline